Pelopor.id | Asosiasi Tekstil dan Pakaian Vietnam atau The Vietnam Textile and Apparel Association (VITAS) memperkirakan, ekspor pakaian jadi Vietnam bisa melonjak 7,4% tahun ini, menjadi USD 43,5 miliar.
Melansir Reuters, kenaikan itu salah satunya didorong oleh kemampuan pabrik-pabrik mempertahankan produksi, meski terdampak lonjakan kasus Covid.
“Pandemi akan berdampak lebih ringan pada industri garmen dan tekstil Vietnam tahun ini berkat tingkat vaksinasi yang tinggi,” kata Wakil Ketua VITAS Truong Van Cam.
Berhentinya operasional tahun lalu akibat pandemi telah berdampak terhadap 1,2 juta pekerja garmen, atau 65% dari tenaga kerja industri. Kini, hampir semua dari mereka sudah bekerja kembali.
VITAS pun mengatakan bahwa industri garmen dan tekstil berhasil membatasi gangguan rantai pasokan secara signifikan berkat kebijakan Vietnam yang fleksibel dalam mengatasi pandemi sekaligus memulihkan aktivitas industri, terutama pada kuartal keempat tahun lalu.
Kementerian Pariwisata Vietnam bahkan telah mengusulkan negara tersebut dibuka kembali untuk turis asing mulai 15 Maret mendatang, atau tiga bulan lebih awal dari yang dijadwalkan.
Data Pemerintah Vietnam menunjukkan, selama pandemi berlangsung, negara itu telah mencatatkan 2,57 juta kasus Covid-19 dan sekitar 39.000 kematian. Sedangkan jumlah penduduk yang sudah divaksin mencapai sekitar 76% dari total 98 juta populasi. []












