Pelopor.id | Sejumlah perusahaan keuangan di Amerika Serikat (AS) membatalkan rencananya kembali bekerja di kantor, seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di AS dan makin meluasnya penyebaran virus Corona varian Omricon.
Mereka sekarang lebih memilih untuk menunda atau membatalkan pesta liburan, merekomendasikan suntikan booster vaksin, bahkan menyarankan untuk kembali bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Mengutip Reuters, beberapa perusahaan keuangan yang dimaksud adalah manajemen aset Fidelity Investments dan bank investasi Wall Street Jefferies.
Juru Bicara Fidelity mengatakan, pihaknya menghentikan program kembali ke kantor di kantor pusat Boston, serta di Smithfield, Rhode Island dan Merrimack, New Hampshire akibat meningkatnya kasus Covid.
Sedangkan Jefferies pada pekan lalu mengirim pegawainya ke rumah dan membatalkan pesta klien. Selain itu semua juga dibatalkan kecuali perjalanan penting, setelah perusahaan itu mengalami hampir 40 kasus Covid-19 baru.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan varian Delta memang masih dominan di AS, namun varian Omicron telah terdeteksi di sejumlah negara bagian Amerika, termasuk New York
Disebutkan juga bahwa pada bulan ini kasus harian di New York City telah melonjak, dan jumlah rawat inap menempati level tertingginya sejak April.
Melihat kondisi ini, CEO Morgan Stanley memperkirakan, Covid-19 masih akan menjadi masalah hingga tahun depan. []
Baca juga: Kasus Covid di AS Capai 50 Juta, Didominasi Varian Delta












