Pelopor.id | Perusahaan online travel shopping, Expedia Group membukukan laba bersih sebesar USD 276 juta pada kuartal keempat tahun lalu, meski industri perjalanan dibayangi Covid varian Omicron.
Melansir Bloomberg, capaian itu berbanding terbalik dengan periode sama tahun 2020, di mana Expedia mengalami rugi hingga USD 412 juta.
Selain laba bersih, perusahaan yang berbasis di Bellevue, Washington ini juga mencetak kenaikan pendapatan lebih dari dua kali lipat, menjadi USD 2,28 miliar. Namun, angka itu masih di bawah proyeksi analis yang rata-rata USD 2,29 miliar.
Analis JMP Securities Andrew Boone mengatakan, setelah penurunan drastis pada awal pandemi, Expedia diuntungkan dengan kebijakan perusahaan-perusahaan yang mengizinkan pengawainya bekerja dari mana saja.
Boone memprediksi hal ini masih akan terus berlanjut, lantaran reservasi sewa jangka pendek di seluruh agen perjalanan online untuk paruh pertama tahun ini naik signifikan dari tahun lalu.
Selain itu, dengan tingkat infeksi yang surut, analis juga memperkirakan industri perjalanan mulai pulih pada musim semi dan musim panas tahun ini.
Untuk diketahui, Expedia melayani reservasi untuk penginapan hotel dan juga sewa properti jangka pendek melalui platform Vrbo. Pesaing utamanya adalah Airbnb Inc. []












