Pelopor.id – Produsen vaksin Covid-19 asal Inggris-Swedia AstraZeneca, merilis prediksi penjualannya pada tahun 2022. Mereka memperkirakan, performa penjualan tahun ini akan ciamik didorong pengobatan antibodi Covid-19 dan obat kanker.
Namun margin keuntungan akan turun tahun ini ketika pandemi mereda serta komitmen perusahaan untuk memproduksi vaksin tanpa keuntungan kepada negara-negara berkembang. “Total pendapatan dari obat-obatan Covid-19 diperkirakan akan turun menjadi sekitar 20-15%,” tutur AstraZeneca pada Kamis, (10/2/2022) dilansir dari CNBC.
AstraZeneca merupakan perusahaan yang sigap dalam mengembangkan vaksin Covid-19 dan meraup kesuksesan selama pandemi. Perwakilan perusahaan dalam sebuah pernyataan laporan keuangan menyebutkan, mereka menghasilkan penjualan setahun penuh hampir US$ 4 miliar (€3,5 miliar) pada 2021.
Pada November 2021, AstraZeneca memutuskan mulai menjual Vaxzevria untuk mendapatkan keuntungan. Setelah sebelumnya menawarkan vaksin dengan biaya tertentu. Produk tersebutm dikembangkan bersama University of Oxford.
AstraZeneca juga memperkirakan, total pendapatan grup akan meningkat tahun ini, yang diantaranya disumbang penjualan pengobatan antibodi Evusheld. Obat ini, ditujukan kepada berisiko tinggi yang menunjukkan resistensi terhadap vaksin virus corona.
AstraZeneca ialah perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional yang berkantor pusat di Cambridge, Inggris. Perusahaan ini, memiliki portofolio produk untuk sejumlah penyakit, antara lain kanker, kardiovaskular, pencernaan, infeksi, syaraf, pernapasan, dan radang. AstraZeneca AB yang berkantor pusat di Swedia, merupakan anak usaha dari perusahaan ini.
Perusahaan tersebut, didirikan pada tahun 1999 melalui penggabungan Astra AB asal Swedia dan Zeneca Group asal Britania Raya yang dibentuk melalui pemisahan bisnis farmasi milik Imperial Chemical Industries pada tahun 1993. Sejak bergabung, perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia dan telah mengakuisisi sejumlah perusahaan.
Seperti Cambridge Antibody Technology, MedImmune, Spirogen, dan Definiens. Sementara aktivitas riset dan pengembangan perusahaan ini dipusatkan di tiga lokasi, yakni Cambridge-Inggris, Gothenburg-Swedia, dan Gaithersburg-Amerika Serikat. []












