AstraZeneca Prediksi Penurunan Pendapatan dari Obat Covid-19

- Editor

Jumat, 11 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vaksin AstraZeneca. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Paul_McManus)

Vaksin AstraZeneca. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Paul_McManus)

Pelopor.id – Produsen vaksin Covid-19 asal Inggris-Swedia AstraZeneca, merilis prediksi penjualannya pada tahun 2022. Mereka memperkirakan, performa penjualan tahun ini akan ciamik didorong pengobatan antibodi Covid-19 dan obat kanker.

Namun margin keuntungan akan turun tahun ini ketika pandemi mereda serta komitmen perusahaan untuk memproduksi vaksin tanpa keuntungan kepada negara-negara berkembang. “Total pendapatan dari obat-obatan Covid-19 diperkirakan akan turun menjadi sekitar 20-15%,” tutur AstraZeneca pada Kamis, (10/2/2022) dilansir dari CNBC.

AstraZeneca merupakan perusahaan yang sigap dalam mengembangkan vaksin Covid-19 dan meraup kesuksesan selama pandemi. Perwakilan perusahaan dalam sebuah pernyataan laporan keuangan menyebutkan, mereka menghasilkan penjualan setahun penuh hampir US$ 4 miliar (€3,5 miliar) pada 2021.

Pada November 2021, AstraZeneca memutuskan mulai menjual Vaxzevria untuk mendapatkan keuntungan. Setelah sebelumnya menawarkan vaksin dengan biaya tertentu. Produk tersebutm dikembangkan bersama University of Oxford.

AstraZeneca juga memperkirakan, total pendapatan grup akan meningkat tahun ini, yang diantaranya disumbang penjualan pengobatan antibodi Evusheld. Obat ini, ditujukan kepada berisiko tinggi yang menunjukkan resistensi terhadap vaksin virus corona.

AstraZeneca ialah perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional yang berkantor pusat di Cambridge, Inggris. Perusahaan ini, memiliki portofolio produk untuk sejumlah penyakit, antara lain kanker, kardiovaskular, pencernaan, infeksi, syaraf, pernapasan, dan radang. AstraZeneca AB yang berkantor pusat di Swedia, merupakan anak usaha dari perusahaan ini.

Perusahaan tersebut, didirikan pada tahun 1999 melalui penggabungan Astra AB asal Swedia dan Zeneca Group asal Britania Raya yang dibentuk melalui pemisahan bisnis farmasi milik Imperial Chemical Industries pada tahun 1993. Sejak bergabung, perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia dan telah mengakuisisi sejumlah perusahaan.

Baca Juga :   Akhirnya, BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun

Seperti Cambridge Antibody Technology, MedImmune, Spirogen, dan Definiens. Sementara aktivitas riset dan pengembangan perusahaan ini dipusatkan di tiga lokasi, yakni Cambridge-Inggris, Gothenburg-Swedia, dan Gaithersburg-Amerika Serikat. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Danamart Luncurkan Blended Finance Pertama di Indonesia, Buka Akses Investasi ESG
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang
Pilates Hunter Kemang Hadirkan Paket Promo Grand Opening Mulai Rp900.000
Bank Jakarta Raih Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement pada 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement 2026
Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara
Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa
UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Senin, 13 April 2026 - 01:01 WIB

LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta

Kamis, 9 April 2026 - 22:08 WIB

Tiket Presale Konser Avenged Sevenfold di Jakarta Ludes dalam 1 Jam

Selasa, 7 April 2026 - 16:10 WIB

Julyandra Aip DPO dan Kisi Bawa Nuansa Kontemplatif di Kurasi Musik Tebet

Selasa, 7 April 2026 - 15:42 WIB

Pugar Restu Julian Sajikan Lirik Frontal di Single Depresi Kelas Menengah

Selasa, 7 April 2026 - 15:01 WIB

Kukudabukon Luncurkan Single Menerka Sampai Mati Sebelum Album Penuh

Sabtu, 4 April 2026 - 17:44 WIB

Grup Band Cockpit+ Lahir, Siap Lanjutkan Tradisi Rock Genesis di Indonesia

Berita Terbaru