Pelopor.id | Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan, setidaknya ada 500.000 kasus kematian akibat Covid-19, sejak munculnya varian Omicron pada akhir tahun lalu.
“Pada era vaksin efektif, setengah juta orang meninggal, itu benar-benar sesuatu. Sementara orang-orang mengatakan Omicron lebih ringan, mereka melewatkan hal bahwa setengah juta orang meninggal sejak varian ini terdeteksi,” kata Manajer Insiden WHO Abdi Mahamud, seperti dikutip dari AFP.
Selain jumlah kematian, WHO juga menyebutkan bahwa ada lebih dari 130 juta kasus Covid yang tercatat di dunia, sejak varian Omicron ditetapkan sebagai ‘variant of concern’.
Secara terpisah, Pimpinan Teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa jumlah kasus Covid varian Omicron ini mungkin saja jauh lebih tinggi.
Hal itu wajar, mengingat banyak hasil rapid test dan tes mandiri di rumah yang tidak dilaporkan secara resmi. Selain itu banyak juga kasus orang tanpa gejala, sehingga mereka tidak sadar bahwa mereka sudah terinfeksi.
Dalam pembaruan mingguan epidemiologi Covid-19, WHO menyebutkan hampir 68.000 kematian dilaporkan sepekan lalu, naik tujuh persen dari pekan sebelumnya.
Laporan WHO juga menyebutkan bahwa varian Omicron kini terdeteksi di hampir semua negara.
WHO menyebutkan bahwa varian Omicron menyumbang 96,7 persen dari sampel yang dikumpulkan dalam 30 hari terakhir, sedangkan varian Delta hanya menyumbang 3,3 persen sampel pada periode yang sama. []












