Pelopor.id – Vaksin primer Sinovac, akan mampu melawan Covid varian omicron setelah mendapatkan booster alias vaksin dosis ketiga dari AstraZeneca, Pfizer-BioNTech atau Johnson & Johnson. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Brasil dan Universitas Oxford.
Menurut penelitian itu, Vaksin Sinovac mendapatkan penguat yang lebih baik dari vaksin platform vektor vaksin (AstraZenecadan Johnson & Johnson) atau vaksin platform mRNA (Pfizer) dalam melawan Covid-19 termasuk varian omicron dan Delta.
“Studi ini memberikan pilihan penting bagi pembuat kebijakan di banyak negara di mana vaksin menggunakan virus tidak aktif (Sinovac dan Sinopharm) … telah digunakan,” tutur Direktur Oxford Vaccine Group Andrew Pollard yang sekaligus pemimpin studi tersebut dikutip dari Reuters, Selasa,(1/2/2022)
Hasil penelitian yang dipublikasikan di Jurnal ilmiah Lencet ini juga menyebutkan bahwa hasil dari dua dosis Sinovac plus booster dari Pfizer-BioNTech memberi respon imun yang lebih rendah terhadap varian Omicron dibandingkan dengan strain lain.
- Akhirnya, BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun
- Indonesia Terima Dua Juta Dosis Vaksin Dari Tiongkok dan Sinovac
Disebutkan vaksin vektor virus seperti yang dikembangkan AstraZeneca-Oxford dan Johnson & Johnson menggunakan versi yang lebih lemah dari virus lain untuk mengirimkan instruksi genetik untuk membuat protein dari virus yang dicari perlindungannya.
Sedangkan vaksin mRNA Pfizer dan BioNTech mengirimkan transkrip genetik dengan instruksi untuk membuat protein virus guna mengajari tubuh cara bertahan melawan infeksi.
Lewat penelitian ini, juga ditemukan bahwa dosis ketiga Sinovac juga meningkatkan antibodi, tetapi hasilnya lebih baik ketika vaksin yang berbeda digunakan, menurut penelitian terbaru yang melibatkan 1.240 sukarelawan dari kota Sao Paulo dan Salvador di Brasil ini.
Vaksin Sinovac banyak digunakan di China, Indonesia, Brazil, dan Uni Emirat Arab. []












