Pelopor.id | Kanselir Jerman Olaf Scholz memastikan tidak akan mengirim senjata mematikan ke Ukraina. Ia juga menegaskan bahwa Jerman tidak akan pernah memasok senjata ke wilayah yang dilanda konflik.
“Kami tidak pernah memasok senjata mematikan ke wilayah krisis dan tidak akan memasoknya ke Ukraina,” kata Scholz, seperti dikutip dari TASS.
Scholz juga bertekad meneruskan komitmen pendahulunya, Angela Merkel, untuk tetap berada di jalur damai. Ia memastikan bahwa tugas utamanya adalah melakukan apa yang menjadi kepentingan rakyat Jerman.
Meski demikian, Jerman baru-baru ini disebut akan menjadi tuan rumah bagi sekitar 300 pasukan Amerika Serikat (AS) yang dikirim Presiden Joe Biden untuk mengamankan Eropa Timur. AS pun sedang bersiap mengirim 3.000 pasukan yang sebagian besar ditugaskan di Polandia dan Rumania.
Surat kabar Jerman, Suddeutsche Zeitung, pada Jumat pekan lalu (04/02/2022) mengabarkan bahwa kedutaan Ukraina di Berlin telah mengeluarkan catatan lisan kepada Kementerian Luar Negeri Jerman dengan daftar senjata yang diinginkan Kiev.
Sejumlah pejabat Ukraina sempat mengkritik keengganan Jerman bersikap keras terhadap Rusia dan komitmennya untuk tidak memasok senjata ke Ukraina. Mereka menyebut Jerman telah mengkhianati sahabatnya.
Seperti diketahui, Jerman hingga kini berada di bawah tekanan kuat dari rekannya di Uni Eropa, terutama Polandia dan negara-negara Baltik, untuk menegur Rusia atas aktivitas militernya di perbatasan Ukraina. []












