Pelopor.id | Produsen mobil listrik Tesla Inc memutuskan menonaktifkan fitur sistem Full Self-Driving. Fitur tersebut memungkinkan mobil produksinya berjalan perlahan melalui persimpangan tanpa berhenti ketika tidak ada mobil atau pejalan kaki lain yang terdeteksi oleh sistem.
Langkah ini membalikkan fitur yang ditambahkan Tesla pada Oktober lalu, untuk pengguna beta dari sistem bantuan pengemudinya. Dilansir dari The Verge, opsi tersebut memungkinkan pemilik mobil Tesla memilih antara mode “chill”, “average” dan “assertive”.
Menurut publikasi online, mode asertif memungkinkan mobil Tesla mengikuti mobil lain lebih dekat, merubah jalur lebih sering dan melewati pemberhentian di persimpangan empat arah.
Tesla telah merilis perbaikan perangkat lunak over-the-air, usai berdiskusi dengan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat atau The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
Sebelumnya, Tesla telah menarik lebih dari 53.000 kendaraan Model S dan Model X 2016-2022, Model 3 2017-2022 dan Model Y 2020-2022. Perusahaan milik Elon Musk ini menyatakan akan mengirim surat kepada pemilik dan tidak ada kecelakaan yang dilaporkan akibat masalah tersebut.
NHTSA mengatakan telah bertemu dengan para petinggi Tesla pada 10 Januari dan 19 Januari 2022, untuk membahas fungsionalitas fitur tersebut dan pihak perusahaan melakukan penarikan sukarela untuk menonaktifkan fitur tersebut pada 20 Januari.[]












