Pelopor.id | Produsen mobil listrik Tesla Inc mengestimasi pengiriman kendaraan tahun ini akan tumbuh lebih dari 50% dibanding tahun lalu, menjadi sekitar 1,4 juta kendaraan. Untuk memenuhi target itu, Tesla akan memaksimalkan sejumlah pabriknya yang tersebar di Fremont, California dan Shanghai.
Optimisme itu juga dipicu oleh rekor pendapatan kuartalan Tesla yang mengalahkan ekspektasi Wall Street. Merujuk data IBES dari Refinitiv, pendapatan Tesla pada kuartal keempat tahun lalu mencapai USD 17,72 miliar, cukup jauh melampaui ramalan analis yang sebesar USD 16,57 miliar.
Sama seperti produsen mobil lainnya, Tesla tetap mengalami masalah rantai pasokan pada tahun lalu. Namun, perusahaan milik Elon Musk ini mampu mengatasinya dengan menggunakan lebih sedikit chip dan cepat menulis ulang perangkat lunak.
Meski begitu, Elon Musk sendiri memperkirakan masalah rantai pasokan masih terus berlanjut dan baru mulai berkurang tahun depan.
“Kami masih melihat sebagian atau sebagian besar chip terbatas tahun ini,” ujar Elon Musk dilansir dari Reuters.
Selain menargetkan kenaikan pengiriman, Elon Musk juga berharap produk mobil listriknya mampu mencapai kemampuan self-driving penuh pada tahun ini.
Saat ini, jumlah kendaraan beta self-driving penuh di Amerika Serikat (AS) sudah hampir mencapai 60.000 unit, angka itu bertambah dari beberapa ribu unit pada akhir September lalu. []
Baca juga: Harapan Elon Musk Jualan Tesla di India Terganjal Bea Masuk












