Badai Matahari Hancurkan 40 Satelit Starlink Milik SpaceX

- Editor

Kamis, 10 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Satelit Starlink. (Foto:Pelopor.id/Istimewa)

Ilustrasi Satelit Starlink. (Foto:Pelopor.id/Istimewa)

Pelopor.id – SpaceX telah kehilangan sekitar 40 satelit Starlink miliknya yang hancur di atmosfer dan terjun kembali ke Bumi akibat badai geomagnetik. Satelit tersebut diluncurkan pekan lalu, menggunakan Falcon 9 dari Kennedy Space Center sebagai agenda yang cukup rutin nagi perusahaan penerbangan luar angkasa milik Elon Musk itu.

Namun, setelah diluncurkan pada Kamis (3/2/2022), badai geomagnetik menghantam atmosfer Bumi. Badai tersebut, disebabkan oleh Matahari yang mengeluarkan partikel angin yang menabrak Bumi. Partikel ini, mengacaukan medan magnet Bumi dan mengganggu satelit, meningkatkan hambatan dan mengacaukan orbitnya.

“GPS onboard menunjukkan kecepatan eskalasi dan tingkat keparahan badai menyebabkan hambatan atmosfer meningkat hingga 50% lebih tinggi daripada saat peluncuran sebelumnya,” tutur SpaceX dikutip dari BBC Kamis, (10/2/2022).

SpaceX mengaku, satelit-satelit tersebut telah diatur dalam “mode aman” setelah dihantam badai. Tetapi, gaya tarik atmosfer yang terlalu kuat berhasil menyeret 40 satelit tersebut.

Pihak SpaceX juga menjelaskan, satelit mereka yang bertabrakan dengan atmosfer Bumi, dirancang untuk terbakar seluruhnya sehingga tidak ada puing-puing satelit yang akan mencapai permukaan Bumi serta tidak menimbulkan risiko bagi satelit lainnya.

Terkait hal ini, Kepala Surveilans Badan Antariksa Inggris Raya, Jacob Geer menyatakan, Kejadian ini adalah pengingat bahwa luar angkasa itu menantang dan meluncurkan satelit atau astronot ke orbit adalah masalah tidak mudah.

Sementara Para astronom,telah mengkhawatirkan peningkatan jumlah satelit Starlink yang diluncurkan ke orbit Bumi sejak lama. Menurut mereka, banyaknya satelit yang dikirim SpaceX ke orbit akan membuat pengamatan langit menjadi kacau.

Kekhawatiran ini membuat Persatuan Astronomi Internasional mengumumkan pembentukan badan baru, yaitu Centre for the Protection of the Dark and Quiet Sky pada 2 Februari lalu, yang tujuannya untuk mengurangi dampak negatif konstelasi satelit.

Baca Juga :   Pemilik Tesla Elon Musk Akuisisi 9,2% Saham Twitter

Adapun sejak 2018, SpaceX telah meluncurkan lebih dari 2.000 satelit Starlink sejak 2018 sebagai upaya untuk menghadirkan internet satelit berkecepatan tinggi ke seluruh penjuru dunia, khususnya di wilayah dengan akses internet terbatas. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru