Pelopor.id | Perusahaan teknologi asal Jepang, Sony Group membukukan laba operasional sebesar 465,2 miliar yen atau sekitar USD 4,05 miliar, pada kuartal ketiga 2021. Angka itu melonjak 32 persen dan juga melampaui prediksi rata-rata dari sembilan analis yang disurvei Refinitiv sebesar 351,6 miliar yen.
Dengan capaian ini, maka Sony menaikkan proyeksi laba setahun penuh pada tahun fiskal 2021-2022 menjadi 1,2 triliun yen, dari yang sebelumnya hanya 1,04 triliun yen. Prediksi itupun melampaui ramalan 24 analis pada data Refinitiv yang rata-rata sebesar 1,09 triliun yen.
Salah satu keuntungan Sony dipicu oleh tingginya permintaan konsol game PlayStation 5 (PS5) yang rilis pada November 2020. Namun, Sony harus mengalami hambatan dalam produksi konsolnya akibat terjadi kelangkaan semikonduktor di pasar global.
Tahun lalu, Sony sempat menyatakan akan berkomitmen menyiapkan 2 triliun yen untuk investasi strategis selama tiga tahun ke depan, termasuk memperluas layanan game dan hiburannya.
Bahkan, Sony juga berekspansi ke sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), dengan tujuan utama membangun bisnis yang akan mengubah mobil dari mesin transportasi menjadi ruang hiburan.
Untuk mendukung hal tersebut, Sony akan meluncurkan perusahaan baru bernama Sony Mobility Inc. Melansir Reuters, Sony akan mengandalkan teknologi pencitraan dan penginderaan, cloud, 5G dan hiburan yang dikombinasikan dengan penguasaan konten dalam ekspansi ini. []












