Pelopor.id – Perusahaan mesin pencari Google, akan menginvestasikan dana hingga US$ 1 miliar di perusahaan operator seluler terbesar kedua di India, Airtel. Investasi ini, merupakan bagian dari rencana Google yang diumumkan dua tahun lalu.
Google, akan membeli saham senilai US$ 700 juta dengan harga 734 rupee (US$ 9,77) per saham di Bharti Airtel milik miliarder Sunil Mittal. Total kepemilikan Google mencapai 1,28%.
Sebelumnya memang Google telah berencana menanamkan US$ 10 miliar di India melalui dana digitalisasinya selama lima hingga tujuh tahun, melalui kesepakatan dan ikatan ekuitas. Dari total dana tersebut, sebesar US$ 300 juta lebih akan diinvestasikan untuk mengimplementasikan perjanjian komersial selama lima tahun ke depan.
Kedua perusahaan, juga akan menjajaki peluang meruntuhkan hambatan untuk memiliki ponsel pintar, di pasar India yang sangat mempertimbangkan harga. Salah investasinya adalah dalam memperluas produk dan layanan Airtel.
“Kami bangga bermitra dalam visi bersama untuk memperluas konektivitas dan memastikan akses yang adil ke internet untuk lebih banyak orang India,” tutur CEO induk Google, Alphabet, Sundar Pichai pada Jumat, (28/1/2022).
Sejatinya, Google juga telah memegang 7,7% saham Reliance Jio, perusahaan yang memimpin pasar India. Perusahaan itu, dimiliki Mukesh Ambani yang merupakan orang terkaya di Asia, menyusul investasi senilai US$ 4,5 miliar pada 2020.
Kedua perusahaan, berkolaborasi memproduksi ponsel pintar murah berkemampuan 4G yang diluncurkan pada November 2021. Reliance Jio terkunci dalam persaingan sengit dengan Airtel dan unit lokal raksasa telekomunikasi Inggris Vodafone, Vi.
Persaingan di negeri Bollywood berlangsung sejak perang harga dimulai pada 2016, dengan menawarkan internet murah dan panggilan gratis. Airtel, sebagai operator terbesar kedua di India, mengatakan akan menaikkan harga secara bertahap. Perusahaan ini, mengumpulkan hingga 210 miliar rupee pada tahun lalu untuk memotong utang dan mendorong pertumbuhan. []












