Pelopor.id – Ikan bandeng memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, pantaslah jika bandeng kemudian dijadikan hidangan terpenting saat perayaan Tahun Baru Imlek, selain kue keranjang dan jeruk.
Ikan merupakan sumber keberuntungan dan rezeki berdasarkan kepercayaan masyarakat Tionghoa. Dalam Bahasa Mandarin, ikan disebut dengan “yu” atau “yoo” yang terdengar seperti arti kata surplus atau berlimpah. Mengonsumsi ikan saat Imlek, diharapkan bisa membawa kemakmuran dan rezeki melimpah di tahun baru.
Lalu, makna mengkonsumsi ikan bandeng saat Imlek apa?
Bagian pertama dari bahasa Tiongkok untuk ikan bandeng ialah “lyú” atau “lee-yoo” yang diucapkan seperti kata “lee” yang berarti hadiah. Alasan tersebutlah membuat masyarakat Tionghoa percaya bahwa ikan bandeng merupakan lambang harapan dan keberuntungan.
Selain itu, bandeng memiliki banyak duri yang melambangkan kehidupan manusia yang berliku sehingga perlu kehati-hatian dan kesabaran demi menikmati hasil yang memuaskan. Hal ini juga menggambarkan supaya manusia tidak mudah berputus asa menghadapi segala rintangan. Selain itu, duri ikan bandeng yang banyak juga menggambarkan rezeki yang tidak akan ada habisnya.

Ikan bandeng memiliki kandungan gizi yang lebih baik daripada ikan salmon. Manfaat ikan bandeng antara lain mengandung antioksidan, menyehatkan jantung, mendukung perkembangan otak, kulit lebih terhidrasi.
- Thailand Dorong Warganya Konsumsi Daging Buaya Pengganti Babi
- Tiga Shio ini Bakal Cuan Besar di Tahun Macan Air
Selain itu, ikan bandeng dapat mencegah penuaan dini, membantu mencegah anemia, membantu daya tahan tubuh, memelihara kesehatan mata, meningkatkan kadar kolesterol baik, mengontrol tekanan darah, dan memperkuat tulang dan gigi.
Ikan bandeng juga merupakan tanda penghormatan saat Imlek. Seorang anggota keluarga yang tidak membawa ikan bandeng kepada orang yang lebih tua seperti untuk orangtua dan mertua dianggap tidak sopan. Sajian ikan bandeng, juga dijadikan sebagai tantangan kepada calon menantu perempuan untuk menilainya apakah layak atau tidak masuk menjadi anggota keluarga.
Hubungan ikan bandeng dengan calon menantu perempuan apa?
Ini, terkait kerajinan, ketekunan, sensitivitas serta kerapian. Terkait kerajinan, seorang perempuan untuk bisa mendapatkan ikan bandeng yang besar dan gemuk hanya bisa diperoleh pada pagi hari, makanya ia harus bangun pagi-pagi sekali.
Soal ketekunan, dalam memasak ikan pindang bandeng yang nikmat perlu dilakukan dengan api kecil. Jika dapat melakukannya dengan kesabaran maka lolos tes. Sensitivitas rasa juga diuji, mengingat pindang memiliki rasa manis, pedas, asin, dan asam yang harus pas. Selain itu, dalam menyajikan ikan bandeng juga harus rapih. []












