Thailand Dorong Warganya Konsumsi Daging Buaya Pengganti Babi

- Editor

Jumat, 28 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi buaya. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi buaya. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Pemerintah Thailand mendorong warga untuk mengonsumsi daging buaya sebagai alternatif pengganti daging babi.

Menurut Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Thailand Suwannachai Wattanayingcharoenchai, daging buaya kaya akan protein. Bahkan, ia menyarankan membeli ekor reptil lantaran dianggap bagian yang terbaik, dilansir Bangkok Post.

Direktur Departemen Biro Nutrisi Sapin Chotevichien menyebutkan, 100 gram daging buaya mengandung 99 kalori, 2.9 gram lemak dan 21.5 gram protein.

Namun untuk menghindari kontaminasi bakteri, daging buaya harus dimasak dengan benar. Pasalnya, buaya mungkin mengandung bakteri seperti salmonella, yang bisa menyebabkan kelainan sistem pencernaan.

Suwannachai menegaskan, sebelum memasak daging buaya, orang harus mencuci tangan dan peralatan secara rutin. Selain itu, konsumen juga tidak boleh makan daging buaya setengah matang.

Sebelum dibekukan, daging harus dicuci. Kemudian harus ditutup dengan kertas perkamen dilapisi minyak sayur untuk memperpanjang masa konsumsi.

Daging buaya bisa bertahan 10-12 bulan di suhu -24 derajat hingga -18 derajat celcius. Jika Anda ingin menyimpannya selama dua sampai empat bulan, bisa dengan suhu -12 derajat hingga -8 derajat celcius. Sedangkan untuk rentang waktu 24 jam, bisa disimpan dengan suhu 0-5 derajat celsius.

Sebelumnya ramai pemberitaan bahwa para peternak buaya di Thailand mulai kewalahan memenuhi permintaan daging buaya. Hal itu terjadi setelah harga daging babi melonjak drastis, akibat banyak babi bermatian karena terserang flu di Thailand.

Pemerintah Thailand pun mulai melakukan antisipasi untuk menghadapi kenaikan daging jelang tahun baru Imlek, seperti dikutip dari Nation Thailand. []

Baca juga: Thailand Kembali Bebaskan Karantina bagi Turis yang Sudah Divaksin Covid-19

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Kemendagri: PKK Organisasi Kemasyarakatan Terbesar se-Indonesia

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB