Pelopor.id – Pfizer dan BioNTech telah memulai pendaftaran uji klinis untuk menguji keamanan dan respons imun dari vaksin Covid-19 spesifik Omicron. Kedua perusahaan farmasi itu, akan akan melibatkan 1.420 orang berusia 18-55 tahun dalam uji coba.
Pfizer mengatakan, uji coba tidak melibatkan orang yang berusia lebih dari 55 tahun. Lantaran tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa respon imun peserta yang diberi dosis dan bukan untuk memperkirakan kemanjuran vaksin seperti dilansir dari AFP.
Para relawan dibagi menjadi tiga kelompok dimana kelompok pertama melibatkan orang-orang yang sebelumnya menerima dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech pada 90-180 hari sebelumnya. Selanjutnya, mereka akan menerima satu atau dua dosis vaksin Omicron.
Sedangkan kelompok kedua adalah orang-orang yang mendapat tiga dosis vaksin saat ini sejak 90-180 hari sebelum penelitian. Kemudian mereka akan menerima dosis tambahan dari vaksin asli atau vaksin khusus Omicron. Lalu kelompok ketiga adalah orang-orang yang sebelumnya belum pernah menerima vaksin Covid-19. Mereka akan menerima tiga dosis vaksin khusus Omicron.
- Pfizer Prediksi Covid Terus Merajalela Tahun 2022
- Tak Hanya Fokus Vaksin, Pfizer Beli Perusahaan Farmasi Senilai USD 6,7 Miliar
Vaksin Pfizer-BioNTech adalah vaksin Covid-19 pertama yang disahkan di negara Barat, yakni pada Desember 2020. Vaksin ini didasarkan pada teknologi messenger RNA (mRNA), sehingga relatif mudah untuk memperbarui vaksin untuk mencerminkan kode genetik varian baru.
Beberapa negara pun sudah mulai keluar dari gelombang terbaru yang didorong oleh varian Omicron, jenis yang paling menular hingga saat ini, meskipun kasus baru global masih meningkat. Virus corona telah menewaskan sekitar 5,6 juta orang sejak wabah muncul di China pada Desember 2019. []












