Pelopor.id | Data Federation of Thai Industries (FTI) menunjukkan, penjualan mobil di Thailand sepanjang tahun lalu mencapai 759.119 unit. Angka tersebut memang sedikit melebihi target yang ditetapkan sebelumnya, namun menurun 4,2% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pihak FTI mengatakan, penurunan itu antara lain dipicu oleh pandemi dan kekurangan microchip yang melanda sektor otomotif, seperti dikutip dari Bangkok Post.
Meski penjualan mobil domestik mengalami penurunan, namun ekspor mobil Thailand meningkat signifikan. Data FTI menunjukkan, ekspor mobil Thailand sepanjang tahun lalu melonjak 30,4%.
Melihat pencapaian itu, FTI pun optimistis ekspor mobil Thailand pada tahun ini mampu mencapai 1 juta unit atau tumbuh 4,3%.
Selain itu, FTI juga yakin penjualan mobil di dalam negerinya pada tahun ini bisa lebih tinggi dari tahun lalu. Bahkan, FTI memprediksi angkanya bisa mencapai 800.000 hingga 850.000 unit, atau tumbuh sekitar 5,4%-12% dibandingkan dengan tahun lalu.
Menurut Juru Bicara Divisi Industri Otomotif FTI Surapong Paisitpattanapong, optimisme itu salah satunya didukung oleh pelonggaran pembatasan perjalanan dan pemulihan ekonomi di Thailand.
Seperti diketahui, Thailand adalah basis produksi dan ekspor kendaraan regional untuk sejumlah produsen mobil, termasuk Toyota, Honda dan Mitsubishi. Industri otomotif menyumbang sekitar 10 persen dari produk domestik bruto (PDB) Thailand dan jumlah pekerjaan manufakturnya. []
Baca juga: Penjualan Mobil di Tiongkok Terdorong Segmen Kendaraan Energi Baru












