Penjualan Mobil di Tiongkok Terdorong Segmen Kendaraan Energi Baru

- Editor

Jumat, 14 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Penjualan mobil di Tiongkok tahun lalu bertumbuh untuk pertama kalinya sejak 2017. Menurut data Asosiasi Produsen Mobil China atau China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), total penjualan mobil di Tiongkok tahun lalu naik 3,8 persen secara year-on-year (yoy).

Capaian itu salah satunya didukung oleh penjualan kendaraan energi baru atau neighbourhood electric vehicle (NEVs) yang mencapai 3,52 juta unit, atau tumbuh hingga 1,5 kali lipat yoy. Beberapa yang termasuk NEV adalah kendaraan listrik bertenaga baterai, hibrida bensin-listrik plug-in dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok memang sangat mempromosikan NEV sebagai bagian dari upayanya mengatasi polusi udara.

CAAM pun memprediksi penjualan mobil tahun ini bisa mencapai 27,5 juta atau naik 5,4 persen, dan untuk penjualan NEV diperkirakan mencapai 5 juta unit atau tumbuh 47 persen yoy.

“Penjualan diperkirakan akan lebih baik pada tahun 2022 dibandingkan tahun lalu, dengan prospek bahwa masalah seperti kekurangan chip dan harga bahan baku yang tinggi mereda,” ujar pihak CAAM, seperti dikutip dari Reuters.

Untuk diketahui, pasar mobil Tiongkok mulai menurun pada tahun 2018, akibat terdampak penghentian bertahap beberapa pemotongan pajak, perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19.

Pasar otomotif kemudian mulai bangkit pada pertengahan 2020, namun tertahan oleh kekurangan semikonduktor, yang digunakan dalam segala hal mulai dari sensor rem, power steering hingga sistem hiburan. []

Baca juga: Rekor, Tesla Jual 70.847 Mobil Produksi Tiongkok

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Kasus Bantuan Pangan Non Tunai Tidak Layak Konsumsi Berbuntut Panjang

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:37 WIB

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Berita Terbaru