Pelopor.id | Penjualan mobil di Tiongkok tahun lalu bertumbuh untuk pertama kalinya sejak 2017. Menurut data Asosiasi Produsen Mobil China atau China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), total penjualan mobil di Tiongkok tahun lalu naik 3,8 persen secara year-on-year (yoy).
Capaian itu salah satunya didukung oleh penjualan kendaraan energi baru atau neighbourhood electric vehicle (NEVs) yang mencapai 3,52 juta unit, atau tumbuh hingga 1,5 kali lipat yoy. Beberapa yang termasuk NEV adalah kendaraan listrik bertenaga baterai, hibrida bensin-listrik plug-in dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen.
Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok memang sangat mempromosikan NEV sebagai bagian dari upayanya mengatasi polusi udara.
CAAM pun memprediksi penjualan mobil tahun ini bisa mencapai 27,5 juta atau naik 5,4 persen, dan untuk penjualan NEV diperkirakan mencapai 5 juta unit atau tumbuh 47 persen yoy.
“Penjualan diperkirakan akan lebih baik pada tahun 2022 dibandingkan tahun lalu, dengan prospek bahwa masalah seperti kekurangan chip dan harga bahan baku yang tinggi mereda,” ujar pihak CAAM, seperti dikutip dari Reuters.
Untuk diketahui, pasar mobil Tiongkok mulai menurun pada tahun 2018, akibat terdampak penghentian bertahap beberapa pemotongan pajak, perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19.
Pasar otomotif kemudian mulai bangkit pada pertengahan 2020, namun tertahan oleh kekurangan semikonduktor, yang digunakan dalam segala hal mulai dari sensor rem, power steering hingga sistem hiburan. []
Baca juga: Rekor, Tesla Jual 70.847 Mobil Produksi Tiongkok












