Pelopor.id | Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menyetujui dua metode perawatan baru bagi pasien Covid-19. Metode baru ini diharapkan mampu mencegah risiko gejala parah dan kematian pada pasien tersebut.
Dua metode baru itu disampaikan melalui jurnal medis Inggris, The BMJ. Secara umum, fokus WHO kali ini adalah meringankan gejala yang dialami para penderita Covid-19, seperti dikutip dari The Straits Times.
Adapun metode pertama adalah pemberian obat radang sendi Baricitinib, produksi Eli Lilly yang merupakan perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS). Penggunaan Baricitinib diyakini bisa mengurangi kebutuhan pasien akan ventilator.
Penggunaan obat tersebut juga disertai kortikosteroid yang bisa membuat tingkat kelangsungan hidup menjadi lebih baik, terutama pada pasien bergejala parah dan kritis.
Metode kedua adalah pengobatan antibodi sintetis Sotrovimab yang dikembangkan GlaxoSmithKline dan Vir Biotechnology.
Pengobatan ini terutama ditujukan pada orang dengan gejala ringan, namun memiliki risiko rawat inap yang tinggi, seperti manusia lanjut usia (manula), orang dengan defisiensi imun, atau orang dengan penyakit kronis seperti diabetes.
Pengumuman ini disampaikan WHO di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di seluruh dunia akibat munculnya varian Omicron. Bahkan, menurut WHO, setengah penduduk Eropa akan terinfeksi Covid-19 pada Maret mendatang. []
- Baca juga: WHO Optimistis Pandemi Covid-19 Berakhir Tahun 2022
- Baca juga: WHO Kasih Persetujuan Vaksin Darurat Covid-19 untuk Nuvaxovid












