Gegara Banyak Utang, Raja Judi Malaysia Terancam Bangkrut

- Editor

Sabtu, 15 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Miliarder Kasino Malaysia pemilik Genting Group, Lim Kok Thay.

Miliarder Kasino Malaysia pemilik Genting Group, Lim Kok Thay.

Pelopor.id – Forbes melaporkan, miliarder Kasino Malaysia pemilik Genting Group, Lim Kok Thay, terancam mengalami kebangkrutan, serta kekayaannya menyusut USD 100 juta. Kondisi itu terjadi lantaran anak usahanya dibisnis kapal pesiar gagal mendapat pendanaan untuk pembangunan kapal Global Dream, yang dikerjakan oleh galangan kapal MV Werften Jerman. Kapal pesiar Global Dream akan dibangun sepanjang 342 meter dan dapat menampung 9.500 penumpang.

Disebutkan, anak usaha Genting Group pada bulan Desember kemarin gagal mendapat pencairan pinjaman dari perusahaan keuangan Jerman, Euler Hermes. Kondisi itu membuat Genting Group meminta perlindungan kepailitan kepada pemerintah Jerman, lantaran terdapat potensi gagal bayar sekitar USD 2,7 miliar.

Sementara Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengaku bahwa Genting telah gagal dalam mencapai kesepakatan negosiasi. Menurutnya, hal ini telah membahayakan 2 ribu pekerjaan yang berada di MV Weften.

Gagal Capai Kesepakatan, Miliarder Lim Kok Thay Ajukan Kebangkrutan
Kapal pesiar sepanjang 342 meter yang dijuluki Global Dream, yang dapat menampung sebanyak 9.500 penumpang.

Selain Habeck, Perdana Menteri Negara Bagian Mecklenburg-Vorpommern, Manuela Schwesig, mengatakan bahwa Genting telah menekan pemerintah Jerman berkali-kali untuk jalan keluar pendanaan.

Namun ia berpandangan bahwa Genting belum menunjukan komitmen keuangan yang seharusnya ditanggung sehingga Berlin tidak akan mengucurkan dana. Menurut Schwesig, Genting lah yang seharusnya memberikan kontribusi besar, tetapi malah mengajukan kebangkrutan.

Akibat pandemi Covid-19, Genting Hong Kong memang merana. Kerugian perusahaan itu sangat besar. Pada paruh pertama tahun 2021, kerugian mereka menyentuh USD743 juta atau setara Rp10 triliun. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Malaysia Tak Lagi Wajibkan Pemakaian Masker Mulai Mei

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB