Pelopor.id | Exxon Mobil berencana menjual properti gas serpih yang membentang di lahan seluas 27.000 hektar di lembah Appalachian Ohio, Amerika Serikat (AS). Nilai penjualan aset tersebut diperkirakan bisa mencapai USD 200 juta, berdasarkan harga gas alam saat ini dan produksi yang ada dari sumur.
Harga gas alam berjangka AS berada di level USD 4,219 pada hari Selasa (11/01/2022), tumbuh lebih dari 80 persen sejak akhir tahun 2020.
Pada tiga tahun lalu, Exxon Mobil menargetkan bisa mengumpulkan USD 15 miliar dari penjualan aset, dan tahun lalu mempercepat upaya pemasarannya lantaran harga energi telah pulih dari pandemi.
Manajemen perusahaan menyebut ini adalah bagian dari divestasi aset di AS yang sedang berlangsung, seperti dikutip dari Reuters.
Properti di Ohio menghasilkan sekitar 250 juta kaki kubik setara hari (mmcfd) gas pada 2017 dan menjadi salah satu aset yang dipasarkan Exxon, lantaran berfokus pada pengembangan di Guyana, lepas pantai Brasil, dan ladang serpih Permian Basin Texas.
Produsen minyak utama AS ini memasarkan 61 sumur, yang tahun lalu menghasilkan sekitar 81 mmcfd gas alam. Penjualan ini termasuk 274 sumur lain yang dioperasikan oleh perusahaan lain. []
Baca juga: Shell Batalkan Rencana Pengembangan Ladang Minyak di Inggris












