Shell Batalkan Rencana Pengembangan Ladang Minyak di Inggris

- Editor

Jumat, 3 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tangki minyak Shell. (Foto: Pelopor/Pixabay)

Ilustrasi tangki minyak Shell. (Foto: Pelopor/Pixabay)

Pelopor.id | Perusahaan energi Royal Dutch Shell membatalkan rencana pengembangan ladang minyak Cambo di Laut Utara Inggris, dengan alasan ekonomi.

Dalam proyek tersebut, Shell menguasai kepemilikan 30%, sedangkan sisanya dipegang oleh Siccar Point yang mengoperasikannya. Dengan adanya keputusan batal dari Shell, maka tidak jelas apakah lapangan tersebut tetap dapat dikembangkan atau tidak, seperti dikutip dari CNN, Jumat (03/12/2021).

Padahal, menurut Siccar Point, ladang minyak Cambo dapat menghasilkan hingga 170 juta barel setara minyak, dan 53,5 miliar kaki kubik gas selama 25 tahun.

“Meskipun kami kecewa dengan perubahan posisi Shell, kami akan terus terlibat dengan Pemerintah Inggris dan pemangku kepentingan yang lebih luas dalam pengembangan Cambo di masa depan,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Siccar Point Jonathan Roger dalam sebuah pernyataan.

Selama ini, proyek Cambo di Kepulauan Shetland telah menjadi pusat perdebatan politik. Inggris mempertimbangkan apakah harus mengembangkan sumber daya bahan bakar fosil baru, namun di sisi lain sedang berupaya menjadi ekonomi nol emisi karbon pada tahun 2050.

Laporan Badan Energi Internasional atau The International Energy Agency (IEA) menyebutkan bahwa tidak ada proyek minyak dan gas (migas) baru yang harus dikembangkan untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius.

Menanggapi laporan IEA, Pemerintah Inggris mengatakan bahwa keamanan energi itu penting. Selama konferensi iklim COP26 yang diadakan di bawah naungan Inggris bulan lalu, Inggris juga menolak untuk bergabung dengan aliansi negara-negara yang berjanji menghentikan pengembangan migas baru di wilayah mereka. []

Baca juga: Nissan Siapkan Dana US$ 17,5 Miliar untuk Percepat Produksi Mobil Listrik

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Pemerintah Inggris Kasih Warganya Rp 6,5 Juta Perbulan Jika Tampung Pengungsi Ukraina

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB