Tuntaskan Dugaan Diskriminasi Gender, Riot Games Bayar USD 100 Juta

0
Ilustrasi. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Riot Games, game developer bagian dari Tencent Holdings, sepakat membayar USD 100 juta untuk menuntaskan gugatan class action terkait dugaan diskriminasi berbasis gender yang dilaporkan pada 2018.

Sebesar USD 80 juta dari angka itu akan dibayarkan kepada anggota gugatan class action, yang terdiri dari seluruh karyawan wanita full-time, mantan karyawan dan agen kontraktor sementara di California yang bekerja sejak November 2014 hingga sekarang. Sedangkan sisanya USD 20 juta dialokasikan untuk biaya pengacara dan biaya lain-lain.

“Riot juga berkomitmen untuk membuat pelaporan internal dan proses kesetaraan pembayaran dipantau oleh pihak ketiga yang disetujui bersama oleh Riot dan Departemen Ketenagakerjaan dan Perumahan yang Adil California selama tiga tahun,” ujar pihak manajemen seperti dilansir dari Reuters.

Baca juga: Kebijakan Xi Jinping Buat Tencent Terdepak dari Daftar 10 Perusahaan Teknologi Terbesar

Saat ini mereka sedang menunggu persetujuan akhir dari penyelesaian oleh pengadilan, dengan sidang diharapkan dalam beberapa bulan mendatang.

Untuk diketahui, gugatan tersebut diajukan pada November 2018 oleh mantan karyawan bernama Melanie McCracken dan Jess Negrón. Mereka mengungkapkan terjadi dugaan diskriminasi gender serta pelecehan seksual dan sejumlah pelanggaran selama mereka bekerja di Riot Games.

Gugatan tersebut diikuti oleh dua penyelidikan yang dipimpin sejumlah lembaga negara bagian California. []

Baca juga: Honda dan Toyota Hadapi Gugatan Pelanggaran Paten