Ada Aturan Baru Bagi Perusahaan China yang Akan Listing di Negara Lain

- Editor

Senin, 27 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perdagangan saham. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi perdagangan saham. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Komisi Regulasi Sekuritas China atau China Securities Regulatory Commission (CSRC) mengusulkan aturan pengetatan bagi perusahaan China yang listing di luar negeri. Aturan baru itu disebut akan meningkatkan pengawasan sambil memungkinkan perusahaan China masih bisa listing di bursa asing.

CSRC menyatakan, aturan yang berlaku saat ini sudah usang dan aturan baru yang diusulkan mencerminkan keinginan China untuk bersikap lebih terbuka dan tidak hanya tentang pengetatan kebijakan. Adapun perluasan pengawasan CSRC atas listing off shore bagi perusahaan-perusahaan China dengan struktur variable interest entity (VIE).

VIE kebanyakan digunakan oleh perusahaan yang terdaftar di pasar saham asing, terutama Amerika Serikat (AS), untuk menghindari aturan China yang membatasi investasi asing di sejumlah industri tertentu, seperti media dan telekomunikasi.

Sebagian besar perusahaan teknologi China yang terdaftar di luar negeri, termasuk Alibaba Group Holdings dan JD.com Inc, menggunakan struktur VIE, yang memberi mereka lebih banyak fleksibilitas untuk meningkatkan modal, sekaligus melewati pengawasan dan proses pemeriksaan IPO yang panjang.

“China mengencangkan sekrup pada daftar off shore tetapi tidak mematikan katup sepenuhnya,” kata Direktur Pelaksana Orient Capital Research Andrew Collier, seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, regulator hanya akan memeriksa perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum di China yang mengajukan listing di luar negeri, seperti di Hong Kong.

Seperti diketahui, Pemerintahan Xi Jinping telah mengeluarkan serangkaian pengetatan peraturan pada tahun ini. Termasuk, menekan perilaku anti-persaingan dan mengekang utang oleh pengembang properti dalam kampanye luas yang telah mengguncang pasar domestik dan global. []

Baca juga: Kebijakan Xi Jinping Buat Tencent Terdepak dari Daftar 10 Perusahaan Teknologi Terbesar

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Resep Smoked Beef Mac and Cheese

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB