AS Bakal Selidiki Impor Panel Surya dari 4 Negara Asia Tenggara

- Editor

Selasa, 29 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panel surya. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Sarangib)

Panel surya. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Sarangib)

Jakarta | Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menyatakan akan melakukan penyelidikan yang dapat mengakibatkan perubahan tarif panel surya yang diimpor dari empat negara Asia Tenggara, yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam dan Kamboja.

Keputusan itu berdasarkan petisi dari Auxin Solar, pabrikan surya dari California, yang meminta penyelidikan dengan alasan pabrikan Tiongkok mengalihkan produksi ke empat negara tersebut, untuk menghindari pembayaran bea masuk AS selama hampir satu dekade atas barang-barang solar buatan Tiongkok.

Dalam memo yang diunggah di situs web Departemen Perdagangan AS juga disebutkan bahwa produk-produk yang dimaksud akan dikenakan bea masuk dan anti-dumping AS jika memang terbukti dibuat di Tiongkok.

Petisi Auxin merupakan yang terbaru dari serangkaian upaya produsen solar AS untuk membendung aliran panel murah Asia, yang dianggap membuat produk mereka kalah bersaing.

Menurut kelompok industri American Clean Power Association, impor dari empat negara tersebut menyumbang sekitar 80% dari panel yang diharapkan akan dipasang di AS tahun ini. Penyelidikan itu pun diyakini akan menghambat pengembangan proyek dan membahayakan kemajuan AS dalam mengatasi perubahan iklim.

“Keputusan ini secara efektif membekukan pengembangan di industri surya AS. Terus terang, tindakan Departemen Perdagangan untuk memulai penyelidikan ini adalah bencana bagi industri kami,” kata CEO asosiasi Heather Zichal seperti dikutip dari Reuters.

Untuk diketahui, Presiden AS Joe Biden telah menetapkan target menyapih sektor listrik AS dari bahan bakar fosil pada tahun 2035, mendorong tenaga surya untuk memasok hingga 40% dari kebutuhan listrik AS, naik dari 3% saat ini.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Biden Perkuat Hubungan dengan Jepang dan Perkenalkan Inisiatif Perdagangan

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:20 WIB

Mahia, Maseja dan Chrisalia Jadi Sorotan di Main-Main Cipete Vol. 39

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Berita Terbaru