Pelopor.id | Perusahaan rintisan yang berbasis di Arkansas, Canoo Inc, mengakhiri kesepakatannya dengan VDL Nedcar di Belanda untuk menjadi produsen kontraknya di Eropa. Namun, Canoo masih menjajaki peluang kemitraan dengan induk usaha VDL Nedcar, yaitu VDL Groep BV.
Dengan demikian, VDL Nedcar akan mengembalikan pembayaran di muka Canoo sebesar USD 30,4 juta.
Baca juga: Toyota Benamkan Investasi US$ 70 Miliar di Mobil Listrik Hingga 2030
Disaat yang bersamaan, startup kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) ini juga mempercepat rencana produksinya di Amerika Serikat (AS).
Ke depannya, Canoo mengandalkan pabriknya yang berlokasi di Oklahoma, untuk mengurangi kerentanan rantai pasokan dan memangkas biaya pengiriman ke luar negeri. Selain itu juga untuk meningkatkan kecepatan pemasaran kendaraannya.
Baca juga: Ford Motor Targetkan Produksi 200.000 Mustang Listrik
“Kami telah menyimpulkan bahwa membangun di Amerika lebih selaras dengan misi kami,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Canoo Tony Aquila, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/12/2021).
Canoo menargetkan bisa memproduksi 3.000 – 6.000 kendaraan listrik di Arkansas pada tahun depan. Selain itu juga berharap bisa memulai produksi di Oklahoma pada akhir 2023 dan berencana bisa mencapai target produksi 14.000 – 17.000 unit EV. []
Baca juga: Nissan Siapkan Dana US$ 17,5 Miliar untuk Percepat Produksi Mobil Listrik












