Pelopor.id | Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla, telah mengirim lebih dari 936.000 mobil ke seluruh dunia sepanjang 2021. Angka itu tumbuh hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, bahkan melampaui ekspektasi perusahaan di tengah terjadinya kendala pasokan global.
Sebelumnya, perusahaan milik Elon Musk ini menyatakan bisa mengatasi kekurangan semikonduktor dengan menggunakan desain chip baru dan perangkat lunak penulisan ulang.
Secara rinci, Tesla telah memasarkan 911.208 unit Model 3 dan Model Y, serta 24.964 kendaraan mewahnya model S dan X yang memiliki harga jual masing-masing USD 90.000 dan USD 100.000.
Dalam pernyataan resminya, Tesla menargetkan selama beberapa tahun ke depan pengirimannya bisa meningkat sebesar 50 persen per tahun, seperti dikutip dari CNA.
Perusahaan pun menerima dorongan lain pada bulan Oktober, ketika mendapatkan pesanan untuk 100.000 kendaraan listrik dari perusahaan rental Hertz, yang dijadwalkan selesai pada tahun ini.
Pengumuman ini membawa Tesla masuk ke dalam klub perusahaan terpilih yang bernilai lebih dari USD 1 triliun di pasar saham.
Meski demikian, perusahaan milik Elon Musk tersebut masih harus menghadapi kenyataan tengah berada di bawah pengawasan regulator keselamatan mobil AS, The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), yang sedang menyelidiki sistem autopilot pada mobil Tesla. []
- Baca juga: Kap Bermasalah, Tesla Akan Tarik 200.000 Mobil di Tiongkok
- Baca juga: Elon Musk Lepas Sahamnya di Tesla Senilai USD 1 Miliar












