Susul Evergrande, Pengembang Sunshine 100 China Gagal Bayar Obligasi

0
Ilustrasi bangunan properti. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Kabar buruk kembali melanda industri properti China, setelah Sunshine 100 China Holdings Ltd mengungkapkan telah gagal membayar obligasi senilai USD 170 juta. Sebelumnya, kasus serupa dialami oleh Evergrande Group yang merupakan salah satu pengembang properti di Negeri Tirai Bambu.

Dalam pengajuan laporan gagal bayar, Sunshine 100 menyatakan perusahaan tidak dapat membayar kembali pokok dan bunga obligasi sebesar 10,5% yang jatuh tempo pada 5 Desember.

“Karena masalah likuiditas yang timbul dari dampak buruk dari sejumlah faktor, termasuk lingkungan makroekonomi dan industri real estat,” jelas Sunshine 100, seperti dikutip dari Reuters.

Baca juga: Evergrande Jual Saham Perusahaan Streaming untuk Cicil Utang

Pengumuman ini muncul beberapa hari setelah Evergrande menyatakan tidak ada jaminan akan memiliki cukup dana untuk memenuhi pembayaran utang. Kejadian ini kembali menunjukkan bahwa sejumlah developer di China terus berjuang membayar utangnya, bahkan ketika pemerintah mulai melonggarkan pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan normal pendanaan pengembang.

Sebelumnya, China memperketat pembatasan real estat di awal tahun ini, yang kemudian berdampak pada kondisi finansial Evergrande dan beberapa pengembang properti lain.

Terkait hal itu, regulator China sejak Oktober mendesak bank melonggarkan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan normal pengembang, dan memungkinkan lebih banyak perusahaan real estat menerbitkan obligasi di pasar domestik. []

Baca juga: Krisis Keuangan Evergrande Ancam Perekonomian Tiongkok