Corona Ngamuk di Eropa, Belanda Catat 23 Ribu Kasus Sehari

0
Ilustrasi virus Corona. (Foto: Pelopor/Pixabay)

Pelopor.id | Belanda mencetak rekor tertinggi 23.709 kasus Covid-19 dalam 24 jam, pada Rabu (24/11/2021) waktu setempat. Angka itu berdasarkan data resmi Pemerintah Belanda, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/11/2021).

Angka mingguan yang dirilis pada Selasa (23/11/2021) juga telah menunjukkan peningkatan hampir 40 persen dalam jumlah kasus Covid-19 di Belanda seminggu terakhir. “Tingkat infeksi lebih tinggi dari sebelumnya. Penerimaan rumah sakit terus melebihi harapan dan kita belum melihat yang terburuk,” tulis Menteri Kesehatan Belanda Hugo De Jonge dalam surat kepada parlemen.

Hal ini membuat Pemerintah Belanda kembali memerintahkan pemakaian masker mulai bulan ini, setelah mengakhiri sebagian besar kebijakan protokol kesehatan pada September lalu. Lockdown parsial juga kembali diterapkan yang membuat toko-toko non-esensial di Belanda wajib tutup pada pukul 18.00. Sedangkan restoran, bar, kafe dan toko esensial, seperti supermarket, harus ditutup pukul 20.00.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Larang Pesta Kembang Api

Selain Belanda, jumlah kasus Corona juga melonjak drastis di Jerman dan Denmark. Bahkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melarang warganya bepergian ke Jerman dan Denmark.

Mengutip US Today, ada lebih dari 333.000 kasus Covid di Jerman pada Senin (15/11/2021). Angka ini hampir dua kali lipat dari tingkat mingguan selama lonjakan pada Desember 2020, dan merupakan yang terburuk sejak awal pandemi.

Sedangkan Denmark melaporkan lebih dari 26.500 kasus per 15 November, yang juga merupakan jumlah kasus mingguan tertinggi. Padahal, menurut statistik Our World in Data, sekitar 76 persen populasi Denmark telah divaksinasi penuh hingga awal pekan ini.

Dengan tambahan Jerman dan Denmark, maka daftar level 4 CDC kini mencapai 75 negara, antara lain Inggris, Norwegia, Belgia, Yunani, Rumania, Austria, Swiss, Irlandia, Republik Ceko, Singapura, dan Malaysia. []

Baca juga: AstraZeneca Akan Tarik Keuntungan dari Vaksin Covid-19