Jacob Ereste : Potensi Wisata Alam, Budaya, Spiritual dan Religi di Tanah Air

- Editor

Kamis, 4 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keindahan Alam Desa Wisata Tetebatu. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Keindahan Alam Desa Wisata Tetebatu. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id – Obyek wisata alam yang mulai mengarah pada budaya dan wisata spiritual, diharap terus berkembang seperti obyek wisata Desa Kali Adem, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Beberapa tempat wisata di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah semakin oke setelah selesainya pembangunan Bundaran Simpang Lima PB VI yang kini menjadi ikon Kecamatan Selo sebagai destinasi wisata yang dapat ikut memperkuat wisata budaya, wisata spiritual dan wisata religius untuk mendekatkan semua orang kepada Sang Pencipta jagat raya dan seisinya.

Ekspresi yang tampil dari Agama Jawa dalam paparan Prof. Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum., diakui sebagai fenomena yang juga sulit dijangkau oleh akal sehat. Fenomena dari Agama Jawa yang dominan bersandar pada kepercayan serta ritus sungguh mengesankan pada Budhisme yang menjadi awal keyakinan manusia Jawa pada pra sejarah di nusantara.

Baca juga :

Selain itu, sinkritisme pun sudah terjadi jauh sebelum orang banyak mengenal tentang sinkritisme itu kemudian. Karenanya, Agama Jawa dapat dipastikan bukan Budhisme, karena Budhisme sendiri berbeda dengan Agama Jawa.

Syahdan, konsepsi Budhisme sendiri meyakini dirinya sebagai tatanan moralitas tanpa Tuhan. Atau Ethiesme tanpa hakekat. Maka itu dalam Vhihara Buddha dominan memiliki pandangan Sang Buddha itu sebagai Tuhan dengan Candi yang menjadi tempat pemujaan.

Menurut Profesor Suwardi Endraswara, keyakinan serupa ini merupakan ciri dari Buddha Utara. Dalam keyakinan Buddha Selatan tetap percaya bahwa Sang Buddha itu adalah manusia yang memiliki kelebihan agak berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya.

Baca juga :

Jadi dalam Agama Jawa jelas meyakini adanya Tuhan yang acap disebut dalam istilah Tan Kena Kinaya Ngapa. Dan Agama Jawa bukan pula Islam maupun Hindu. Namun, cukup meyakinkan dalam pemahaman theosofi adalah konsepsi yang lahir dari Agama Jawa. Yaitu suatu keyakinan terhadap Tuhan yang berdasarkan cinta terhadap kebijaksanaan, yang sering pula disebut Ngudi Kasampurnaning Hurip Nggayuh Kamardhikan.

Theosofi yang bersandar pada monistik dan pantaistik meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu ada dan menjadi cahaya dalam setiap diri manusia serta jagat raya dan seisinya. Namun masalahnya, kedalaman dari pemahaman itu menjadi sangat tergantung pada masing-masing orang yang mau mengeksplorasi potensi atau energi Ketuhanan yang ada dalam dirinya masing-masing.

Agaknya, atas pemahaman seperti itu logika spiritual dalam perspektif Islam menjadi sangat relevan dengan keyakinan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang paling mulia dibanding dengan makhluk Tuhan lainnya. Demikian pula hakikat dari khalifatullah yang diturunkan ke bumi untuk menjadi bagian dari pelalu serta penjaga wujud dari rachmatan lil alamin.

Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. (Foto: Pelopor/Antara)

Potensi wisata alam, wisata budaya, wisata spiritual dan wisata religius di Indonesia dapat dimaksimalkan dengan contoh seperti wahyu yang dinikmati oleh umat Islam di Arab Saudi. Dari ibadah haji dan umrah saja, telah menjadi sumber devisa yang dasyat nilainya. Belum lagi nilai non materi yang bisa ditangguk dari kunjungan bangsa-bangsa di dunia yang berduyun-duyun datang ke negeri Arab Saudi itu.

Baca Juga :   Ketika Penegak Hukum Mencari Perlindungan Hukum

Belajar dari kemajuan bangsa Arab yang bisa menikmati devisa dari berbagai negara itu, wajar saja bila Eko Sriyanto Galgendu selaku penggagas sekaligus pelaku dari gerakan kebangkitan kesadaran spiritual di Indonesia untuk bangsa-bangsa di dunia mengidokan posisi dari Candi Borobudur dapat menjadi pusat spiritual bangsa-bangsa di dunia, sekaligus obyek wisata religius bagi mereka yang ingin pula menjalani laku spiritual khususnya bagi Ummat Hindu dan Buddha dari berbagai manca negara.

Borobudur
Candi Borobudur. (Foto: Pelopor.id/Wonderin.id)

Karena itu, tata kelola dari candi-candi yang ada di Indonesia serta situs sejarah yang berserakan di tanah air kita, mulai dari Candi Muara Takus dan Muara Tebo hingga situs yang berserakan di Lampung Timur, perlu dan patut dikelola hingga dapat menjadi sumber devisa bagi negara.

Baca juga : 

Kecuali impak bawaan dari bergulirnya ekonomi di daerah setempat, perluasan dari khasanah budaya dan pemahaman serta kesadaran dari pendalaman spiritualitas warga bangsa Indonesia pun diharap bisa meningkat.

Jika dalam laku spiritual itu bisa konsisten patuh pada etika, moral dan akhlak yang terpimpin serta terjaga dengan baik, maka perbaikan pada tata masyarakat menuju bangsa yang kuat dan rangguh pasti akan berkontribusi pada tata negara yang baik dan benar untuk menjalankan amanah rakyat.

Karena konsep dasar dari tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia adalah agar kehidupan rakyat yang makmur dan adil, seperti tertuang dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuhnya yang merinci segenap kesejahtera rakyat dalam arti luas.

Hingga dalam rumusannya Bung Karno adalah Trisakti. Atau mandiri dalam ekonomi, berdaulat secara politik dan berkepribadian dalam budaya. Atau yang lebih gagah lagi seperti Nawacita yang digagas Presiden Joko Widodo, meski belum sempat juga direalisasikan sampai sekarang. []

Banten, 1-4 November 2021 oleh Jacob Ereste

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Catatan Pariwisata 4 Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi: Janji, Implementasi, dan Rekomendasi
Ketika Penegak Hukum Mencari Perlindungan Hukum
Hari Raya Nyepi 2022, Tahun Baru Saka 1944, Momentum Introspeksi Diri yang Indah
Akbar Faizal: Di Dunia Politik, Kata Sering Kehilangan Makna
Tiga Shio ini Bakal Cuan Besar di Tahun Macan Air

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 02:29 WIB

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Senin, 13 April 2026 - 01:01 WIB

LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta

Jumat, 10 April 2026 - 16:57 WIB

Buitenstage Vol. 5 Satukan Brokenscene, Joanna Andrea, dan RANGR

Berita Terbaru

Grup band djent metal, Bless The Knighst. (Foto: Istimewa)

Musik

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:29 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB