Hari Raya Nyepi 2022, Tahun Baru Saka 1944, Momentum Introspeksi Diri yang Indah

- Editor

Kamis, 3 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelopor.id – Hari Nyepi adalah hari suci bagi umat Hindu untuk melaksanakan Catur Brata Nyepi pada perayaan Tahun Baru Saka yang berdasarkan perhitungan kalender Hindu, Kamis 3 Maret 2022. Rahina Nyepi Çaka 1944 yang bermakna melakukan introspeksi diri yang dilakukan selama satu hari total 24 jam.

Sehingga dengan cara menyepi itu memiliki kesematan untuk mematut-matut diri atau introspeksi hingga kemudian mampu melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas hidup lebih baik dan memberi banyak manfaat bagi banyak orang.

Karena itu, hal-hal yang dilarang saat pelaksanaan Nyepi itu diantaranya adalah amati geni, tidak menyalakan api, amati karya, tidak bekerja, amati lelungan tidak bepergian, dan amati lelanguan tidak melakukan kegiatan hiburan.

Hari Raya Nyepi sebagai momentum introspeksi diri sungguh sangat diperlukan untuk memperbaiki dan menakar kembali kedalaman dari laku spiritual untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan, ungkap Eko Sriyanto Gangendu ketika diminta pendapat selaku tokoh spiritual Indonesia tentang hakekat atau makna dari Hari Raya Nyepi yang tengah dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia.

Sebagai momentum mematut-matut diri atau introspeksi diri, maka perayaan hari Nyepi menjadi semacam upaya memutar ulang apa-apa saja yang pernah dilakukan sebelumnya dengan cara melakukan koreksi atau berpikir serius dan cermat untuk direnungkan. Mulai dari karakter diri, perilaku, emosi, serta motifipasi yang ada pada diri sendiri, perlu dibenahi atau disempurnakan.

Sehingga dengan begitu, dapat melihat jejak langkah secara jernih dan terang jauh ke belakang – untuk kemudian melangkah lebuh jauh ke masa depan — yang berkaitan dengan perilaku dan perbuatan kita. Sehingga kesalahan yang sekiranya perlu diperbaiki atau ditingkatkan kualitasnya, bukan cuma sebatas untuk diri pribadi, tetapi juga perbuatan atau apa saja yang kita lakukan itu untuk orang banyak.

Jadi essensi dari perayaan Nyepi, tandas Eko Sriyanto Galgendu adalah memaknai pencarian atau pemantapan jati diri yang lebih berifat spiritual, karena memang tidak keluar dari perenungan terhadap keberdaan dari jati diri dengan laku mengendalikan api-api yang ada dalam diri, seperti api kemarahan, api dengki, dan api ketamakan dan kerakusan, apalagi gterhadap hak-hak milik orang lain.

Menurut Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) seperti yang dipublikasikan oleh Kompas.com, 25 Maret 2020, hari suci atau hari raya Nyepi merupakan hari yang diperingati secara istimewa berdasarkan keyakinan umat Hindu setiap tahun, yaitu sehari setelah Tileming Sasih Kesanga.

Lalu berdasarkan sejarah tahun Saka itu lahir dari India. Ketika itu, di India masih banyak memiliki suku bangsa seperti suku bangsa Saka (Scythia), suku bangsa Pahlawa (Parthia), suku bangsa Yueh-chi, suku bangsa Yawana, dan suku bangsa Malawa. Syahdan, saat itu sesame suku bangsa di India, masih ada ada semacam hasrat untuk saling menundukan yang satu oleh yang lain, hingga tidak mengherankan jadi silih berganti bagi yang satu dapat menguasai suku bangsa yang lain.

Baca Juga :   Kubu Moeldoko Yakin Menangkan Gugatan Terhadap Kubu AHY

Lalu sejarah pun mencatat, Suku Saka mengalami masa kejayaan dan kedigdayaannya, sehingga mampu mengalahkan dan menundukkan suku bangsa yang lain. Meski begitu, Suku Saka pun sempat terdesak oleh suku bangsa India lainnya. Dengan begitu maka lahirlah strategi baru untuk perjuangan politik dan militer guna dijadikan strategi perjuangan dalam bentuk kebudayaan.

Kemudian pada tahun 78 Masehi, ada seorang dari Dinasti Kusana bernama Raja Kaniska naik tahta. Raja Kaniska merupakan raja yang bijaksana. Maka pada hari Minma, tepatnya pada 21 Maret 79 Masehi, saat Purnama Waisak kebetulan berlangsung gerhana bulan.

Inilah yang kemudian menjadi semacam patokan untuk metetapkan sebagai panchanga atau kalender sistem Saka. Tonggak sejaran ini menjadi miliki Suku Saka, karena mampu mengatasi permusuhan yang terjadi di antara para suku bangsa di India ketika itu.

Tahun Baru Saka bermakna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan –persatuan dan kesatuan—hingga menjadi semacam tonggak sejarah untuk hari toleransi, hari kedamaian sekaligus hari kerukunan nasional mereka.

Karenanya, beragam sapaan dan ucapan yang simpatik dan menggugah hati, banyak dilantunkan. Seperti misalnya “Selamat Hari Raya Nyepi. Semoga tahun ini dan tahun-tahun berikutnya Anda selalu mendapatkan Anda dan semua keluarga melimpah dan hari-hari Anda pun penuh makna. Dan juga, semoga amal baik selalu menyertaimu dan keluarga”.

Atau, selamat merayakan hari raya Nyepi untukmu dan keluarga. Semoga perjalanan hidup kita semuam semakin lebih baik, dan tahun ini dapat memperoleh banyak pencapaian yang menyenangkan dan menggembirakan. Semoga kehidupanmu selalu diberi kedamaian dan sepanjang hidup selalu diberi ketenangan jiwa. Atau, bisa juga kita mengucapkan selamat menjalankan Catur Brata Penyepian,

Tahun Baru Saka 1944, kata Eko Sriyanto Galgendu yang cukup banyak dan mumpuni memahami dan mendalami budaya maupun tradisi Hindu maupun Budha di Indonesia. Karena memang tokoh spiritual Indonesia ini juga menjabat Ketua Forum Lintas Agama di Indonesia sejak beberapa tahun silam. Dia pun menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2022, Tahun Baru Saka 1944 bagi umat Hindu yang melaksanakannya. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan. []

 

Artikel opini ini ditulis oleh Jacob Ereste, Jurnalis senior sekaligus Dewan Pangarah di Atlantika Institute Nusantara.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth Diduga Terobos Jalur Transjakarta dan Maki Polisi
Jakarta International Pet Show 2026 Siap Hadir di NICE PIK 2
Aston Villa Siap Panaskan GBK Lawan Indonesia All Stars
Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Bank Jakarta Terapkan eForm di KCP Kebayoran Park, Permudah Transaksi Nasabah di Kantor Cabang

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:31 WIB

Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:00 WIB

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIB

Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:34 WIB

Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:28 WIB

Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta

Berita Terbaru

Momen aktor laga Tom Cruise berpidato di Seremonial Penutupan Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Internasional

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas

Senin, 20 Jul 2026 - 17:58 WIB