Pengawasan Diperketat, Microsoft Hentikan Layanan LinkedIn di China

- Editor

Sabtu, 16 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aplikasi LinkedIn. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Aplikasi LinkedIn. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Pelopor.id | Microsoft menghentikan layanan LinkedIn di China, setelah tujuh tahun beroperasi di negeri tirai bambu. Keputusan ini diambil seiring dengan makin ketatnya Pemerintah China dalam mengendalikan operasional internet di negaranya.

Berdasarkan laporan Reuters, LinkedIn menyatakan akan menggantikan platformnya pada akhir tahun ini dengan InJobs, yaitu versi yang hanya fokus pada pekerjaan. Dalam aplikasi InJobs, tidak ada umpan sosial (social feed) ataupun pilihan untuk berbagi, seperti di LinkedIn.

“Meskipun kami telah menemukan keberhasilan dalam membantu anggota China untuk menemukan pekerjaan dan peluang ekonomi, kami belum menemukan tingkat keberhasilan yang sama dalam aspek sosial yang lebih banyak berbagi dan tetap mendapat informasi,” kata LinkedIn dalam blognya, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (16/10/2021).

Sebelumnya pada bulan Maret, LinkedIn telah menghentikan pendaftaran baru di China, sebagai upaya mematuhi Undang-Undang yang berlaku di negara itu. Dua bulan kemudian, LinkedIn termasuk di antara 105 aplikasi yang dituduh oleh regulator internet China mengumpulkan dan menggunakan informasi pribadi secara ilegal dan diperintahkan untuk melakukan perbaikan.

Berdasarkan laporan web berita Axios, LinkedIn disebut telah memblokir profil beberapa jurnalis dan akademisi Amerika Serikat (AS) yang berisi informasi yang dianggap sensitif oleh Pemerintah China, dengan mengutip ‘konten terlarang’.

Tidak hanya LinkedIn, jejaring media sosial barat lainnya juga mengalami nasib serupa di China, sebut saja Twitter, Facebook dan YouTube. Selain itu, Microsoft juga memiliki Bing, satu-satunya mesin pencari asing utama yang dapat diakses dari dalam yang disebut Great Firewall China, yang hasil pencariannya pada topik sensitif disensor. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   AS Sita Dua Pesawat Milik Oligarki Rusia Roman Abramovich

Berita Terkait

Mengupas Teknologi Q-SYS Experience Center di Melodia Musik Pondok Indah
Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:06 WIB

Josh Holmes Gelar Konser Intim di Jakarta, Tiket Ludes dalam Lima Hari

Kamis, 30 April 2026 - 22:24 WIB

Synchronize Fest 2026 Bakal Hadirkan Seringai hingga Rizky Febian

Rabu, 29 April 2026 - 01:33 WIB

LaLaLa Fest 2026 Jakarta Dimeriahkan Kehadiran Rex Orange County

Kamis, 23 April 2026 - 18:10 WIB

Ravel Junardy: Hammersonic 2026 Private Event Demi Martabat Festival

Berita Terbaru

Musisi dan produser Ade Govinda sukses meraih 8 Platinum dari Asiri. (Foto: Istimewa)

Musik

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB