Profil Prabowo Subianto yang Dikabarkan Akan Maju Pilpres 2024

0
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto. (Foto: Pelopor/Instagram @prabowo)

Pelopor.id | Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dikabarkan akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden atau pilpres 2024. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengklaim, Prabowo akan menempuh langkah itu untuk memenuhi permintaan masyarakat yang masif.

Sejauh ini, Prabowo memang sering mengungguli berbagai survei Pilpres 2024, bersaing ketat dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Salah satunya adalah survei Saiful Mujani Research and Consultant (SMRC) yang menunjukkan elektabilitas Prabowo berada di posisi pertama dengan 18,1 persen terkait calon presiden 2024. “Dalam format pertanyaan semi terbuka dengan daftar 42 nama, Prabowo mendapat dukungan 18,1 persen,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (07/10/2021).

Dari survei itu, posisi kedua ditempati Ganjar Pranowo dengan tingkat elektabilitas 15,8 persen, disusul Anies Baswedan dengan 11,1 persen.

Baca juga: Profil Brigjen TNI Junior Tumilaar, Dicopot Setelah Surati Kapolri Listyo Sigit

Profil Prabowo Subianto

Prabowo Subianto lahir di Jakarta, pada 17 Oktober 1951. Ia menempuh pendidikan masa kecil hingga remaja di Malaysia, Swiss dan Amerika Serikat. Setelah itu, ia kembali ke Indonesia dan menjalani pendidikan di Akademi Militer Nasional (Akmil) Magelang, Jawa Tengah selama 1969-1974. Di Akmil, Prabowo satu angkatan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang berhasil menjadi Presiden ke-6 RI selama 2 periode, pada 2004-2014.

Prabowo terjun ke militer karena ada hubungannya dengan status kekeluargaannya. Paman Prabowo sekaligus sosok yang menjadi inspirasi namanya, Soebianto Djojohadikoesoemo, adalah seorang prajurit yang gugur dalam Pertempuran Lengkong, yaitu pertempuran Tentara Keamanan Rakyat melawan pasukan Jepang di Desa Lengkong, Serpong, Banten, yang terjadi pada 25 Januari 1946.

Baca juga: Profil Lodewijk Paulus, Mantan Danjen Kopassus Pengganti Azis Syamsuddin

Selama berkarier di militer, Prabowo pernah dikabarkan diberi cuti oleh Mayor Luhut Pandjaitan pada 1983, yang saat itu dianggap stress hingga berencana menculik sejumlah petinggi militer, termasuk Jenderal LB Moerdani, yang dituduhnya akan mengkudeta Presiden Soeharto.

Prabowo juga pernah dikabarkan bertengkar dengan BJ Habibie, ketika ia dicopot dari jabatan Panglima Kostrad karena nekad menggerakkan pasukan tanpa ada koordinasi dengan atasannya, Wiranto.

Watak bela negara Prabowo disebut sebanding dengan emosinya yang relatif tinggi. Sejumlah keputusannya saat di militer, yang dinilai orang sebagai tindakan tegas dan bahkan ada yang sampai melawan perintah atasan, di sisi lain juga memiliki resiko yang besar.

Akhirnya, ia terseret sejumlah kontroversi, mulai dari dugaan keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis di akhir masa orde baru (orba), otak kerusuhan Mei 1998 di Jakarta, konspirasi pembungkaman media kritis selama orba, pelanggaran HAM di Timor Timur hingga isu kudeta terhadap Presiden ke-3 RI BJ Habibie.

Baca juga: Kembali Menangkan Gugatan Partai Berkarya, Ini Profil Tommy Soeharto

Setelah pensiun dari militer, Prabowo menjadi pengusaha dan juga terjun ke dunia politik. Pada ajang pemilihan presiden, ia tercatat sudah 3 kali mencalonkan diri sebagai petinggi negara. Pertama, saat menjadi calon wakil presiden bersama Megawati pada Pilpres 2009. Kedua, saat maju menjadi capres pada 2014 bersama Hatta Rajasa dan yang ketiga saat Pilpres 2019 bersama Sandiaga Uno.

Hingga akhirnya pada 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024. []