Marah-marah di Gorontalo, Rocky Gerung: Mensos Risma Mestinya Direcall PDIP

0
Rocky Gerung
Akademisi Rocky Gerung. (Foto: Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini belum lama ini diketahui marah-marah di depan publik. Kali ini, Mantan Wali Kota Surabaya itu, mengamuk saat mengecek distribusi bantuan sosial (bansos) di Gorontalo. Akademisi Rocky Gerung menilai, seharusnya Mensos Risma ditarik kembali oleh partai yang mendukungnya, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Jadi kalau PDIP peka, mesti PDIP yang langsung kasih pengumuman, minta maaf kader kami itu melanggar etika publik, melanggar semacam perjanjian cultural bahwa bangsa inilah adalah bangsa yang sopan santun.”

“Mestinya dia direcall oleh partai yang mendukung dia tuh. karena partai tetap ngotot. jadi PDIP sebetulnya yang mesti ambil semacam inisiatif, jangan Pak Jokowi. Jangan Pak Jokowi, nanti blundernya kemana-mana,” kata Rocky Gerung di Channel YouTubenya dikutip Senin, 4 Oktober 2021.

Rocky Gerung juga menyarankan agar PDIP meminta maaf atas kelakukan Risma yang dianggapnya melanggar etika publik dan budaya bangsa Indonesia yang lembut dan bersopan santun.

Akademisi sekaligus Pengamat Politik Rocky Gerung
Akademisi sekaligus Pengamat Politik Rocky Gerung. (Foto: Pelopor/Instagram @rocky.gerrung)

“Jadi kalau PDIP peka, mesti PDIP yang langsung kasih pengumuman, minta maaf kader kami itu melanggar etika publik, melanggar semacam perjanjian cultural bahwa bangsa inilah adalah bangsa yang sopan santun,” sebut Rocky Gerung.

“Kan itu bertentangan dengan promosi kita kan. Promosi kita mengatakan, datang ke Indonesia, ini bangsa yang lemah lembut, sopan santun. Sementara Risma, menunjukkan hal yang sebaliknya. Mestinya soal semacam ini yang dievaluasi,” sambungnya.

Rocky Gerung juga menyampaikan bahwa yang dilakukan Mensos Risma tidak baik bagi pertumbuhan sektor pariwisata di Gorontalo.

“Sandi misalnya sebagai Menteri Pariwisata harus punya poin bahwa ini buruk. Sementara Gorontalo itu mau dijadikan sebagai pusat baru pertumbuhan pariwisata. Jadi lepas dari hal-hal yang sifatnya cultural juga ini Citra buruk buat Indonesia,” ungkapnya.

Sementara Presiden Jokowi menurut Rocky Gerung, semestinya memberi sinyal bahwa dia kurang menyukai perbuatan pejabatnya yang marah-marah di depan publik dan melanggar etik.

“Tapi, tentu Presiden Jokowi enggak punya keahlian Itu kan untuk bicara di publik demi menegur seseorang yang melanggar etik. Sebab, Jokowi sendiri juga sebetulnya lakukan hal yang sama. Kemarin soal Menteri Kesehatan itu kan juga kasar. Menegur menteri kesehatan soal dia sidak apotik dengan obat,” tegasnya. []