Maksimalkan Manfaat 5G, Pemerintah Galang Sinergitas 3 Bidang

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. (Foto: Pelopor/Kemenkominfo)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan, untuk memaksimalkan manfaat 5G di Indonesia, Pemerintah menggalang sinergitas antarmitra lintas sektoral di bidang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan aplikasi dan talenta digital.

“Untuk memaksimalkan manfaat 5G di Indonesia, ada 3 bidang yang antara lain membutuhkan sinergi lebih lanjut antar mitra lintas sektoral yaitu Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan aplikasi dan talenta digital,” papar Johnny saat menyampaikan Keynote Speech dalam Tech Conference 2021 CNBC Indonesia “Future of 5G, Global Connectivity, Cloud Computing & Internet of Things” di Jakarta, Rabu (15/09/2021).  

Baca juga: Kominfo Putus Akses Situs Palsu PeduliLindungia.com

Bacaan Lainnya

Untuk penerapan TKDN, Menkominfo menilai sangat penting untuk memastikan perangkat 5G yang diproduksi di Indonesia dengan TKDN minimal 30%. Sedangkan dalam pengembangan aplikasi, pengembang aplikasi lokal perlu dibina melalui ketersediaan ekosistem pengembangan aplikasi berbasis komunitas. 

“Dalam pengembangan aplikasi, pengembang aplikasi lokal perlu dibina melalui ketersediaan ekosistem pengembangan aplikasi berbasis komunitas yang menjamin daya saing dengan aplikasi global, mengingat era 4G telah menghasilkan banyak aplikasi unicorn di Indonesia,” jelasnya. 

Baca juga: Kemenperin Sediakan 9.000 Sertifikat TKDN Gratis

Mengenai talenta digital, Johnny menyatakan operasional 5G juga membutuhkan keterampilan yang lebih maju. “Oleh karena itu lebih banyak kursus terkait 5G tentang RAN terbuka, integrator sistem, komputasi canggih, jaringan, dan lainnya,” tuturnya.

Menkominfo menyatakan, pertumbuhan jaringan 5G sebagai game changer dengan dampak luas terhadap konektivitas akan terus meningkat, membawa banyak manfaat ekonomi bagi Indonesia dan kawasan. Teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, big data, virtual reality dan lainnya, telah dimanfaatkan secara luas oleh para pemangku kepentingan, baik dari sektor publik maupun swasta di Indonesia. 

Baca Juga :   Rachmat Gobel Kritik APBN Danai Proyek Kereta Cepat

Baca juga:  Krisdayanti Blak-blakan Soal Gajinya Jadi Anggota DPR

“Masa depan 5G, konektivitas global, komputasi awan, dan IoT dipenuhi dengan peluang yang siap dimanfaatkan. Melalui tata kelola yang komprehensif dan sinergi teknologi 5G di sektor publik dan swasta, bersama-sama kita dapat membawa Indonesia lebih dekat menuju masa depan yang lebih terhubung, lebih digital, dan lebih sejahtera!” tegas Johnny. 

Melalui upaya kolaborasi dengan Mobile Network Operators (MNOs), layanan 5G telah beroperasi secara komersial di berbagai wilayah di Indonesia sejak Mei 2021. Pada tahap awal ini, layanan 5G tersedia di 9 wilayah di Indonesia, yaitu Jabodetabek, Solo, Medan, Balikpapan, Surabaya, Makassar, Bandung, Batam dan Denpasar. Ke depan, cakupan area 5G akan terus diperluas di Indonesia. []

Pos terkait