Pelopor.id | Konglomerasi terbesar Vietnam, Vingroup Joint Stock Company (JSC) berencana mendaftarkan unit bisnis mobilnya, Vinfast, di pasar saham Amerika Serikat (AS) pada semester kedua tahun 2022. Vinfast diprediksi dapat meraih sekitar USD 3 miliar dari penawaran umum saham perdana atau rencana initial public offering (IPO).
Untuk mendorong proses IPO, Vingroup juga telah mendirikan perusahaan induk yang berbasis di Singapura, yang memiliki saham dalam operasional Vinfast di Vietnam.
Sebenarnya, rencana ini sudah pernah diumumkan pada bulan lalu, namun pihak manajemen masih menyebut IPO itu sebagai rencana jangka panjang dan merupakan bagian dari rencana pengembangan mobil listrik.
Baca juga: Nissan Siapkan Dana US$ 17,5 Miliar untuk Percepat Produksi Mobil Listrik
Setelah melantai di bursa AS, VinFast mengincar valuasi senilai USD 60 miliar, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (05/12/2021).
Sebelumnya, Reuters juga melaporkan, Vingroup sedang mengincar dana sekitar USD 1 miliar dari investor global untuk VinFast dalam penggalangan dana pra-IPO.
Baca juga: Xiaomi Dirikan Pabrik Mobil Listrik di China
Selain rencana IPO, VinFast saat ini juga sedang bertaruh besar di pasar AS. Perusahaan tersebut berharap SUV listrik buatannya mampu memikat konsumen untuk beralih dari Tesla dan General Motors.
Secara global, Vingroup menargetkan penjualan kendaraan listriknya bisa mencapai 42.000 unit pada tahun 2022, melonjak tajam dari rencana semula yang hanya 15.000 unit. []
Baca juga: Volvo Bersiap IPO untuk Danai Proyek Mobil Listrik












