Pelopor.id | AstraZeneca dikabarkan akan mulai mengambil keuntungan sekitar Rp 71.000 dari biaya dasar pembuatan vaksin Covid-19 mulai tahun 2022.
Awalnya, vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca memang dikembangkan tanpa memperhitungkan faktor keuntungan, sehingga vaksin ini pun dapat diakses oleh berbagai negara dan menjadi yang paling banyak digunakan di dunia. Namun, setelah muncul laporan kerugian, pihak manajemen akhirnya memutuskan untuk mulai mengambil keuntungan dari vaksin Covid-19.
Baca juga: BPOM AS Izinkan Vaksin COVID-19 Pfizer untuk Usia 5-11 Tahun
Pascal Soriot yang merupakan salah satu pejabat tinggi AstraZeneca menjelaskan, keputusan ini diambil berdasarkan kedaruratan pandemi yang perlahan sudah menjadi endemi. “Artinya kita harus belajar hidup berdampingan dengannya,” ujar Pascal, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (13/11/2021).
Meski demikian, Pascal memastikan, vaksin AstraZeneca akan tetap diberikan gratis untuk negara berpenghasilan menengah ke bawah. “Kita memulai vaksin ini untuk menolong. Tapi kita juga sudah bilang perlahan akan berubah mengambil keuntungan dari vaksin,” katanya. []












