Pelopor.id | Laba raksasa media sosial Twitter menurun hingga USD 537 juta atau sekitar Rp 7,62 triliun (kurs Rp 14.200), sepanjang kuartal III-2021.
Penurunan ini dialami Twitter setelah membayar USD 809,5 juta atau setara Rp 11,5 triliun, untuk menyelesaikan gugatan yang sudah berjalan sejak lama.
Sebelumnya pada tahun 2015, Twitter dituduh menyesatkan investor tentang jumlah pengguna aktif bulanan serta seberapa sering mereka melihat linimasa Twitter, seperti dikutip dari BBC, Kamis (28/10/2021).
- Baca juga: Twitter Luncurkan Fitur Baru Hapus Follower
- Baca juga: Saingi Twitter, Google Kembangkan ‘Big Moments’ Untuk Pencarian Breaking News
Meski demikian, pendapatan Twitter pada kuartal III-2021 berhasil tumbuh hingga 37%. Salah satunya didorong oleh keberhasilan mengatasi dampak dari perubahan privasi Apple yang menghantam rivalnya, seperti Snap dan Facebook. Sentimen itu telah mendorong saham Twitter naik hingga 3%.
Selama kuartal tersebut, Twitter tercatat meraih untung sebesar US$ 1,14 miliar dalam pendapatan iklan.
Dalam konferensi dengan para analis, Chief Financial Officer Twitter Ned Segal mengatakan, platform tersebut memperluas bisnis periklanan yang ditargetkan, seperti dengan memperkenalkan topik yang dapat diikuti pengguna di Twitter. []












