Pelopor.id | International Alliance of Theatrical Stage Employees (IATSE) atau Aliansi Internasional Karyawan Panggung Teater, yaitu serikat pekerja yang mewakili sekitar 60.000 pekerja di balik layar dalam industri film dan televisi, telah mencapai kesepakatan tentatif dengan Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP).
AMPTP sendiri beranggotakan produser-produser Hollywood dan sejumlah studio besar, seperti Disney, Netflix, dan Amazon.
“Kami berhadapan dengan beberapa perusahaan hiburan dan teknologi terkaya dan terkuat di dunia, dan kami sekarang telah mencapai kesepakatan,”kata Presiden Serikat Pekerja Matthew Loeb.
Mereka menyetujui kontrak baru yang akan berlaku selama tiga tahun, pada Minggu (17/10/2021) waktu setempat, seperti dikutip dari Bloomberg.
Baca juga: Squid Game Jadi Serial Netflix Paling Popular Sepanjang Masa
Sebelumnya, serikat pekerja IATSE mengancam akan mogok mulai Senin (18/10/2021), jika tidak mencapai kesepakatan baru dengan AMPTP. Jika terjadi, aksi tersebut dikhawatirkan akan menutup produksi film dan televisi di seluruh Amerika Serikat dan menjadi yang terbesar sejak aksi mogok 2007-2008 oleh penulis skenario Hollywood.
IATSE berusaha untuk mengurangi jam kerja dan menaikkan gaji anggotanya yang bekerja di acara untuk platform streaming, lantaran tarif yang terbilang rendah yang ditetapkan 10 tahun lalu ketika video online masih dalam masa pertumbuhan.
Baca juga: Kalahkan Black Widow, Escape From Mogadishu Dinobatkan Sebagai Film Terlaris di Korea Selatan
Selain itu, IATSE juga menuntut peningkatan signifikan dalam kompensasi yang harus dibayar oleh perusahaan media baru.
Sebagai informasi, pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak 2020 telah menyebabkan penundaan dan penumpukan produksi, sehingga kru harus bekerja hingga 14 jam sehari untuk menggenjot program layanan streaming. []












