Pelopor.id – Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang Best Tourism Award yang diselenggarakan UNWTO.
“Masalah menang atau tidak, itu adalah bonus. Karena wisatawan ketika value brand equitynya Tetebatu sudah naik, wisatawan akan tau.”
Hal ini ibarat mendapat durian runtuh bagi desa wisata yang ada di kaki gunung Rinjani tersebut. Pasalnya, sejak terpilih Tetebatu banyak diserbu pengunjung yang hendak melihat sendiri keindahannya atau sekedar memuaskan rasa keingintahuan mengapa Tetebatu bisa menjadi wakil Indonesia di ajang dunia.
“Saya melihat impact Tetebatu menjadi wakil Indonesia di UNWTO itu berdampak sangat besar bagi tingkat kunjungan wisatawan lokal ataupun nusantara ke Tetebatu,” tutur Pengamat sekaligus ahli Strategi Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi kepada Pelopor.id, Minggu, 18 Oktober 2021.

Menurut TR panggilan akrabnya, saat ini Tetebatu menjadi tempat favorit wisata keluarga dimana desa wisata tersebut selalu ramai pengunjung saat weekend.
“Orang-orang di Ibukota Mataram, datangnya ke Tetebatu seiring dengan mulai dikenalnya Tetebatu, orang mulai penasaran. Dan saya melihat juga, stakeholder disana sudah mulai berbenah. Ya komunitasnya dibenahi, terus infrastruktur jalan dibenahi, terus homestay-homestay dibenahi,” ungkap penulis buku Protokol Desatinasi ini.
Namun yang paling terpenting menurutnya adalah optimisme masyarakat.
“Sedangkan masalah menang atau tidak, itu adalah bonus. Karena wisatawan ketika value brand equitynya Tetebatu sudah naik, wisatawan akan tau,” tegas TR.

Meski demikian, bukan berarti jika Tetebatu tidak menang maka tidak ada orang yang datang lantaran kejuaraan ataupun kompetisi adalah salah satu cara untuk menaikkan brand equity.
“Bukan berarti, kekalahan ending dari segala-galanya dan inikan semuanya adalah bagian daripada bagaimana meningkatkan citra, dari sebuah destinasi,” tandas Taufan.
- Baca juga : Taufan Rahmadi, From Zero to Global Tourism Forum
- Baca juga : Taufan Rahmadi: Terpilih Wakili Indonesia di Ajang Best Tourism Village UNWTO Kemenangan Bagi Tetebatu
Dihubungi secara terpisah, Pengelola Tetebatu, Ani mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyediakan segala keperluan untuk mendukung CHSE di desa wisata tersebut. Saat ini, disetiap spot di lokasi wisata di Tetebatu telah disediakan Thermo Gun dan hand sanitizer.
“Itu semua sudah ada dan sudah diterapkan di semua Homestay dan begitu masuk Tetebatu semuaya ada,” kata Ani kepada Pelopor.id, Senin, 18 Oktober 2021.

Sementara spot yang menjadi favorit para wisatawan di Tetebatu menurut Ani adalah rumah adat, Air terjun, sarang walet, Rice field serta Taman ulem-ulem.
Adapun saat ini, ada 25 Homestay di Desa Wisata Tetebatu, yakni:
1. Edryan Bungalows, 6 room
2. Pondok Indah, 6 room
3. Surya, 20 room
4. Jaya Homestay, 3 room
5. Soedjono room
6. Rinjani Bungalow 2 room
7. Tetebatu Garden 8 room
8. Sama2 10 room
9. Wina Wani
10.Dream Chather 2 room
11. No Name 2 room
12. Ariel Bungalows 2 room
13. Pondok Indah 4 room
14. Full Moon 2 room
15. Brigadoon 4 room
16. Pondok Tetebatu 5 room
17. Toni Bungalow 1 room
18. Second Home 2 room
19. Bale Uleq 4room
20. Satu Lingkeng 3 room
21. Vanila Cottage 2 room
22. Jumadil Homestay 1 room
23 Awak Homestay 1 f room
24 Marsya Homestay 2 room
25. Biladi Homestay 1 room. []












