Pelopor.id | Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, aliran gas Rusia ke pelanggan Eropa berkurang akibat kesalahan Barat sendiri dan bisa semakin surut.
Pernyataan itu menambah tekanan bagi Uni Eropa (UE), yang khawatir Rusia bisa memotong pasokan gas untuk mendatangkan malapetaka ekonomi dan politik di benua biru pada musim dingin.
Mengutip Al Jazeera, UE pada Rabu (20/07/2022) akan menguraikan rencana darurat untuk mengurangi permintaan gas dalam beberapa bulan.
Putin menyatakan, jumlah gas yang dipompa melalui pipa Nord Stream ke Jerman akan turun lebih jauh, dari 60 juta menjadi sekitar 30 juta meter kubik per hari, atau sekitar seperlima dari kapasitasnya, jika turbin tidak segera diganti.
Hal itu diungkapkannya kepada awak media saat ia menghadiri pembicaraan dengan pemimpin Iran dan Turki di Teheran, Iran.
Menurut Putin, ada lima unit pompa gas yang dioperasikan oleh Siemens Energy di Nord Stream 1. Sementara satu unit lagi rusak karena “lapisan dalam runtuh”.
Nord Stream 1, yang mengalir di dasar Laut Baltik ke Jerman, telah menjadi fokus sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, dalam apa yang Rusia gambarkan sebagai “operasi militer khusus”.
Raksasa gas Rusia, Gazprom, telah mengurangi pengiriman gas melalui pipa Nord Stream 1 ke Jerman sebesar 60% pada bulan lalu, dengan alasan masalah teknis setelah turbin yang dikirim Siemens ke Kanada untuk perbaikan tidak dapat dikembalikan karena sanksi.[]












