Pelopor.id | Jakarta – Produsen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), Tesla Inc, berhasil menjual lebih dari 26.500 EV di Australia selama kuartal pertama tahun 2022. Angka itu setara dengan 1% dari jumlah 2,5 juta mobil secara global pada periode yang sama.
“Saya pribadi tidak akan terkejut jika kita menggandakan jumlah itu pada akhir tahun,” kata Ketua Dewan Tesla Inc Robyn Denholm di Australian Clean Energy Summit di Sydney seperti dikutip dari Reuters.
Untuk diketahui, kontribusi EV terhadap penjualan mobil di Australia baru mencapai sekitar 2%. Menurut Denholm, hambatan terbesar untuk pemasaran EV adalah minimnya jumlah stasiun pengisian cepat.
“Pengisi daya ini perlu diluncurkan tanpa penundaan. Ini adalah bagian yang hilang dari adopsi EV massal,” kata Denholm.
Denholm pun mendesak pemerintah Partai Buruh yang baru untuk memberlakukan standar emisi bahan bakar kendaraan untuk mendorong penyerapan EV, serta memacu peningkatan di jaringan yang penting untuk stasiun pengisian daya dan penyimpanan energi skala utilitas.
Denholm juga kembali menegaskan seruan agar Australia berbuat lebih banyak untuk membangun kapasitas pemurnian bahan baterai.
Tesla adalah sumber tiga perempat lithium yang dibutuhkan untuk baterai dari Australia, namun negara hampir tidak memiliki kapasitas pemurnian untuk bahan bernilai lebih tinggi yang masuk ke baterai.
“Seluruh industri ini perlu ditingkatkan dengan kecepatan sprint,” ujarnya.
Denholm melihat Australia berada dalam posisi yang unik dari perspektif energi, lantaran memiliki lebih banyak Powerwall yang dipasang di rumah-rumah, ketimbang jumlah Tesla yang beredar di jalan.[]












