Uni Eropa dan ASEAN Bakal Gelar KTT Penuh Pertama

- Editor

Minggu, 17 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Uni Eropa. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Bendera Uni Eropa. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Uni Eropa (UE) dan negara-negara Asia Tenggara akan mengadakan pertemuan puncak penuh pertama mereka pada bulan Desember, sebuah tanda bahwa kedua blok sedang mencari hubungan yang lebih erat di tengah kekhawatiran atas ancaman keamanan dari Tiongkok dan Rusia.

Langkah ini mengikuti “poros” Amerika Serikat (AS) ke Asia yang diluncurkan oleh kepresidenan Obama, di tengah meningkatnya perhatian pada kawasan yang terletak di jalur perdagangan utama dan kaya akan sumber daya alam.

Pertemuan-pertemuan sebelumnya antara 27 negara UE dan 10 negara Asean, biasanya dihadiri oleh para pemimpin yang memegang jabatan presiden sementara blok-blok tersebut.

UE sedang berusaha meningkatkan pengaruhnya di kawasan itu, di tengah meningkatnya kekhawatiran di sana tentang Tiongkok dan dampak ketegangan Beijing dengan Washington, kata seorang pejabat kedua UE seperti dilansir dari Reuters.

“Dalam hal lindung nilai terhadap persaingan AS-Tiongkok, UE selalu menjadi jawaban teratas di kawasan ini,” kata pejabat itu, yang terlibat langsung dalam pembicaraan dengan negara-negara Asean.

Seorang pejabat UE ketiga menegaskan masalah keamanan akan menjadi bagian penting dari diskusi sebagai Brussels mencari sikap yang lebih jelas dari negara-negara Asia Tenggara pada invasi Rusia ke Ukraina.

Tiongkok juga mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan, membuatnya berselisih dengan beberapa tetangga Asia Tenggara yang memiliki klaim mereka sendiri.

Beberapa negara UE, sebagian besar di Eropa timur, menginginkan jaminan dari mitra ASEAN bahwa mereka tidak akan membantu Moskow melewati sanksi Barat dan referensi yang jelas untuk “agresi” Rusia di Ukraina dalam pernyataan bersama KTT, kata para diplomat.

Para pemimpin Myanmar tidak akan diundang ke KTT, yang mencerminkan kritik Uni Eropa terhadap junta yang mengambil alih kekuasaan dengan paksa setelah pemilihan di sana pada tahun 2020. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Rantai Pasok Terganggu Perang, Pabrik Toyota di Rusia Setop Produksi

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:41 WIB

Hadirkan King Nassar, PRSU 2026 Gabungkan Musik, Budaya, dan Identitas Sumatera Utara

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:53 WIB

Keyboardis Hengkang, Band Indie Jalesdeva Rilis Pengumuman

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Berita Terbaru