Joe Biden Sebut Energi Bersih Sebagai Masalah Keamanan Nasional

- Editor

Minggu, 19 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Pelopor.id/Twitter @POTUS)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Pelopor.id/Twitter @POTUS)

Jakarta | Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan pada konferensi iklim untuk ekonomi utama pada Jumat bahwa perang Rusia-Ukraina menunjukkan pergeseran ke energi terbarukan adalah masalah keamanan nasional serta kunci untuk mencegah pemanasan global.

“Serangan brutal dan tak beralasan Rusia terhadap tetangganya Ukraina telah memicu krisis energi global dan mempertajam kebutuhan untuk mencapai keamanan dan keamanan energi jangka panjang yang andal,” kata Biden pada pertemuan puncak virtual yang diselenggarakan dari Gedung Putih seperti dilansir dari AFP.

Ini adalah pertemuan ketiga Biden di Forum Ekonomi Besar tentang Energi dan Iklim, sejak dia menjabat presiden AS pada tahun 2021, dengan sumpah untuk menjadikan AS sebagai pemimpin dalam upaya dunia menghentikan bencana pemanasan global.

Namun hal itu datang tepat ketika Biden menghadapi kemarahan publik atas melonjaknya harga bahan bakar, terkait dampak invasi Rusia ke Ukraina. Pada saat yang sama, negara-negara Eropa sedang berjuang menemukan cara untuk menghindari ketergantungan pada impor minyak dan gas Rusia.

Dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan serangan pedas terhadap industri minyak dan gas, menuduhnya meniru taktik perusahaan tembakau mendorong narasi palsu untuk meminimalkan tanggung jawab mereka atas perubahan iklim.

“Tidak ada yang lebih jelas atau hadir selain bahaya ekspansi bahan bakar fosil. Bahkan dalam jangka pendek, bahan bakar fosil tidak masuk akal secara politik atau ekonomi,” katanya.

Namun, pesan itu bertentangan dengan realitas politik yang dihadapi Biden, ketika dia mencoba membujuk industri minyak domestik untuk meningkatkan produksi dan bersiap untuk kunjungan ke Arab Saudi bulan depan.

Saat ini, harga bensin di AS rata-rata mencapai USD 5 per galon, naik dari USD 3 tahun lalu, dan kenaikan itu pun memicu inflasi ke level tertinggi dalam 40 tahun terakhir.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Perdana Menteri Lee Hsien Loong: Singapura Akan Terasa Seperti Sebelum Pandemi

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB