Meksiko Kacaukan Pertemuan Puncak KTT Amerika

- Editor

Selasa, 7 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Pelopor.id/Twitter @POTUS)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Pelopor.id/Twitter @POTUS)

Jakarta | Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memulai kembali keterlibatan AS dengan Amerika Latin, terutama mengenai topik kritis seperti migrasi, mendapat pukulan besar setelah mitra utama Meksiko menolak pertemuan puncak regional yang dibuka Senin (06/06/2022) di Los Angeles, untuk memprotes pengecualian tiga negara sayap kiri.

Sebelumnya, Gedung Putih tidak mengundang Kuba, Nikaragua dan Venezuela ke KTT Amerika. Seorang pejabat senior Gedung Putih mengutip pesan mengenai kurangnya ruang demokrasi dan situasi hak asasi manusia.

Menanggapi hal itu, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyatakan akan menjauh.

“Anda tidak dapat mengadakan KTT Amerika jika Anda tidak memiliki semua negara di Amerika yang hadir,” kata Lopez Obrador sambil mengeluhkan hegemoni AS dan kurangnya rasa hormat terhadap negara, seperti dikutip dari AFP.

Sebagai gantinya, Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard akan mewakili Meksiko, namun ketidakhadiran pemimpin populis kiri akan mengurangi dampak pertemuan puncak di mana hubungan AS-Meksiko berada di jantung masalah imigrasi dan perdagangan utama.

Pejabat senior AS tidak secara langsung menanggapi boikot Lopez Obrador, hanya mengatakan bahwa AS mengakui dan menghormati posisi sekutu dalam mendukung dialog inklusif. Pejabat itu juga mengatakan perwakilan non-pemerintah dari Kuba, Nikaragua dan Venezuela akan hadir.

Di Havana, pemerintah komunis Kuba mengeluarkan pernyataan yang menyebut keputusan Biden anti-demokrasi dan sewenang-wenang.

Penasihat Gedung Putih untuk Amerika Latin Juan Gonzalez mengatakan bahwa Biden diprediksi akan membuat pengumuman di KTT tentang kerja sama ekonomi dan memerangi Covid-19 dan perubahan iklim.

Terlepas dari perselisihan dengan Meksiko, pemerintahan Biden telah mengamankan kehadiran pemain regional utama lainnya. Ini termasuk Alberto Fernandez dari Argentina yang berhaluan kiri, yang juga diundang Biden ke Washington, dan Jair Bolsonaro dari Brazil.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB