Jakarta | Operator pariwisata Phuket mengandalkan pasar yang menjanjikan, seperti Australia dan Arab Saudi, untuk mendukung industri selama musim sepi.
Asosiasi Turis Phuket atau Phuket Tourist Association (PTA) telah menyiapkan sejumlah strategi jika pandemi dinyatakan sebagai endemik, yang pastinya akan lebih banyak aturan dilonggarkan.
Berdasarkan pandangan ini, Phuket dijadwalkan menjadi tuan rumah dua acara pariwisata besar untuk menunjukkan kesiapannya, yaitu Kongres Pariwisata Thailand 2022 dari 6-8 Juni, dan Thailand Travel Mart Plus 2022 dari 8-10 Juni.
“Australia adalah pasar terbesar kedua untuk pulau itu, yang dapat membantu mendukung musim sepi karena Juli dan Agustus adalah liburan musim dingin di sana,” kata direktur Tourism Authority of Thailand (TAT) untuk kantor Sydney, Suladda Sarutilavan, seperti dikutip dari Bangkok Post.
Namun kendala utama adalah kurangnya penerbangan langsung. Saat ini, hanya ada penerbangan langsung dari Sydney (4.629 kursi per minggu) dan Melbourne (4.592 kursi per minggu) ke Phuket dan Bangkok.
TAT telah mendesak Thai Airways untuk memulai kembali penerbangan langsung dari Perth, di mana ada permintaan kunjungan ke Phuket, di tengah persaingan sengit dari Bali, Fiji dan Vietnam.
Agensi berencana memikat segmen potensial, termasuk nomaden digital, milenium, wisatawan kesehatan, perjalanan pernikahan dan bulan madu, dan penggemar olahraga.
Tak hanya itu, Direktur TAT untuk Dubai dan kantor Timur Tengah Chaiwat Tamthai juga mengatakan, Thailand mungkin melihat peningkatan signifikan dalam pengunjung dari Timur Tengah, lantaran orang-orang melarikan diri dari cuaca panas dari Juni hingga Agustus.
Thailand menyambut 11.994 turis Saudi dari 1-25 Mei, berkat liburan Idul Fitri dan penerbangan harian dari maskapai Saudia, dibandingkan dengan hanya 4.107 turis dalam empat bulan pertama tahun ini.[]












