Jerman Mendanai Pembaruan Militer untuk Hadapi Ancaman Rusia

- Editor

Sabtu, 4 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jerman Mendanai Pembaruan Militer untuk Hadapi Ancaman Rusia. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/karlherl)

Jerman Mendanai Pembaruan Militer untuk Hadapi Ancaman Rusia. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/karlherl)

Jakarta | Parlemen Jerman pada Jumat (03/06/2022) memberikan suara untuk amandemen konstitusi untuk menciptakan dana 100 miliar euro atau setara USD 107 miliar, untuk meningkatkan pertahanan militernya dalam menghadapi Rusia.

Deputi majelis rendah Bundestag menyetujui tindakan itu 567 suara berbanding 96 suara, dengan 20 abstain, setelah pemerintah yang dipimpin kiri-tengah dan oposisi konservatif mencapai kesepakatan pada Minggu.

“Ini adalah saat di mana Jerman mengatakan kami ada di sana ketika Eropa membutuhkan kami,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock kepada anggota parlemen, seperti dikutip dari AFP.

Tiga hari setelah invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari, Kanselir Jerman Olaf Scholz menjanjikan anggaran khusus sebesar 100 miliar euro untuk mempersenjatai kembali militer Jerman dan memodernisasi peralatan usangnya selama beberapa tahun ke depan.

Namun para kritikus sejak itu menuduh Scholz takut-takut dalam mendukung Ukraina dan gagal mengambil tindakan nyata yang cukup dalam hal pengiriman senjata.

Perjanjian tersebut akan memungkinkan Berlin untuk mencapai target NATO menghabiskan 2,0 persen dari PDB untuk pertahanan “rata-rata selama beberapa tahun”.

Rusia pun mengecam langkah itu pada Jumat, menuduh Jerman “memiliter ulang” dan menggunakan bahasa yang memanggil masa lalu Nazi-nya.

“Kami menganggap itu sebagai konfirmasi lain bahwa Berlin berada di jalan menuju re-militerisasi baru. Kami tahu betul bagaimana itu bisa berakhir,” kata juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova.

Menurutnya, ini tampak menjadi referensi untuk program persenjataan kembali Nazi Jerman pada 1930-an di bawah Adolf Hitler yang menjerumuskan dunia ke dalam perang.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Myanmar Buka Penerbangan Internasional Mulai 17 April

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB