Jakarta | Badan Inovasi Nasional atau The National Innovation Agency (NIA) bekerja sama dengan 15 organisasi negara bagian dan swasta meluncurkan kampanye baru bernama Tiger Warrior. Langkah ini dilakukan untuk memberikan berbagai dukungan non-finansial kepada para pengusaha lokal.
Proyek Tiger Warrior memungkinkan perusahaan lokal menerima bantuan, hak istimewa, dan diskon dari penggunaan layanan yang disediakan oleh 15 organisasi mitra. Kampanye ini dimaksudkan untuk membekali mereka menjadi perusahaan berbasis inovasi.
Direktur Eksekutif NIA Pun-Arj Chairatana mengatakan, dunia telah terhambat oleh kesengsaraan ekonomi, pandemi dan dampak dari perubahan iklim selama tiga tahun terakhir, sementara pengusaha tanpa rencana bisnis yang efektif telah menanggung beban terberat.
Proyek Tiger Warrior diharapkan dapat menciptakan merek inovatif Thailand melalui jaringan mitra yang kuat.
“Ini adalah senjata yang dapat membantu pengusaha Thailand bersaing selama krisis ini,” katanya seperti dikutip dari Bangkok Post.
Tujuh area layanan asisten adalah titik fokus proyek manufaktur; pengelolaan; keuangan dan akuntansi; rencana bisnis dan pemasaran; hukum dan kekayaan intelektual; logistik; dan perdagangan internasional.
Sedangkan 15 organisasi yang ikut bergabung adalah Taman Sains dan Teknologi Universitas Chiang Mai, Pusat Inovasi dan Pengemasan Makanan, Institut Penelitian Ilmiah dan Teknologi Thailand Co, Layanan Sertifikasi UIC, Transformasi Akuntansi Co, Yes You Can Co dan Builk One Grup Co.
Kemudian Baker & McKenzie, Kantor Konsultan Kekayaan Intelektual, TV Direct Plc, Fast Chip Co, Chanwanich Co, Thailand Smart Trade Centre, eTouch Co serta Thai Business Incubators and Science Parks Association.[]












