Jakarta | Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menggelar “Operation Fly Formula” yaitu menerbangkan susu formula bayi dengan pesawat komersial yang dikontrak oleh militer, untuk mengatasi kelangkaan susu formula bayi di AS.
Departemen Pertahanan AS akan menggunakan kontraknya dengan jalur kargo udara komersial, seperti yang dilakukan untuk memindahkan material selama bulan-bulan awal pandemi, untuk mengangkut produk dari fasilitas manufaktur di luar negeri yang telah memenuhi standar keamanan Food and Drug Administration (FDA).
“Melewati rute angkutan udara reguler akan mempercepat impor dan distribusi formula dan berfungsi sebagai dukungan langsung karena produsen terus meningkatkan produksi,” kata Gedung Putih seperti dikutip dari AFP.
Presiden AS Joe Biden juga telah meminta Undang-Undang Produksi Pertahanan untuk memberi produsen susu formula prioritas pertama dalam persediaan.
“Mengarahkan perusahaan untuk memprioritaskan dan mengalokasikan produksi input utama susu formula bayi akan membantu meningkatkan produksi dan mempercepat rantai pasokan,” ujar Gedung Putih.
Kelangkaan susu formula bayi juga memiliki konsekuensi politik, dengan oposisi Republik yang telah mengarahkan pandangannya untuk merebut kembali kendali Kongres dalam pemilihan paruh waktu November, memanfaatkan masalah ini untuk mengalahkan Biden dan Demokrat.
AS bergantung pada produsen dalam negeri untuk 98% susu formula bayi yang dikonsumsinya. Rata-rata tingkat kehabisan stok untuk produk utama mencapai 43% awal bulan ini, menurut Datasembly, yang mengumpulkan informasi dari sekitar 11.000 pengecer.
Kelangkaan susu formula bayi awalnya dipicu oleh penyumbatan rantai pasokan dan kurangnya pekerja produksi akibat pandemi.
Hal itu kemudian diperparah setelah kematian dua bayi pada Februari, dan Abbott mengumumkan penarikan sukarela untuk produk susu formulanya, yang berujung penutupan pabriknya di Michigan.[]












