Peretas Rampok Cryptocurrency Beanstalk US$ 182 Juta

- Editor

Selasa, 19 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Hacker. (Foto: Pelopor.id/Ist)

Ilustrasi Hacker. (Foto: Pelopor.id/Ist)

Jakarta – Peretas, berhasil menguras sekitar US$182 juta cryptocurrency dari Beanstalk Farms, sebuah proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang bertujuan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan aset cryptocurrency yang berbeda. Serangan itu, secara khusus mengeksploitasi sistem tata kelola mayoritas Beanstalk, fitur inti dari banyak protokol DeFi.

Serangan itu, diketahui pada hari Minggu (17/04/2022) pagi oleh perusahaan analitik blockchain PeckShield, yang memperkirakan laba bersih yang diperoleh peretas mencapai sekitar $80 juta dari total dana yang dicuri, dikurangi beberapa dana pinjaman yang diperlukan untuk melakukan serangan itu.

Baca Juga :   Pendapatan Anjlok, Robinhood PHK 23 Persen Karyawan

Beanstalk sendiri, telah mengakui serangan itu dan dalam sebuah tweet mereka mengatakan tengah menyelidiki serangan tersebut seperti dilansir dari The Verge.

Menurut analisis perusahaan keamanan blockchain CertiK, penyerang menggunakan pinjaman kilat yang diperoleh melalui protokol terdesentralisasi Aave untuk meminjam hampir $ 1 miliar dalam aset cryptocurrency dan menukarnya dengan beans yang cukup untuk mendapatkan 67 persen hak suara dalam proyek tersebut.

Ilustrasi peretasan dari situs palsu. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Dengan saham supermayoritas ini, mereka dapat menyetujui eksekusi kode yang mentransfer aset ke dompet mereka sendiri. Penyerang kemudian langsung melunasi pinjaman flash dan menghasilkan keuntungan $80 juta. Berdasarkan durasi pinjaman flash Aave, seluruh proses berlangsung dalam waktu kurang dari 13 detik.

Sejak serangan itu, peretas telah memindahkan dana melalui Tornado Cash, layanan mixer yang berfokus pada privasi yang telah menjadi langkah utama dalam pencucian dana cryptocurrency. Dengan sebagian besar uang yang dicuri sekarang dikaburkan, disebut dana tidak mungkin dilacak dan dikembalikan.

Setelah serangan itu, nilai stablecoin BEAN telah merosot, menembus batas US$1 dan diperdagangkan sekitar 14 sen pada Senin (18/04/2022) sore. []

Baca Juga :   Gus Halim Panen Jagung dan Madu Bersama Warga Desa Jembrana
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mengupas Teknologi Q-SYS Experience Center di Melodia Musik Pondok Indah
Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB