Terkait Salmonella BPOM Setop Sementara Peredaran Kinder Joy, ini Bahayanya

- Editor

Senin, 11 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan akan menghentikan sementara peredaran produk telur coklat jajanan anak-anak Kinder Joy di Indonesia, menyusul laporan kontaminasi bakteri salmonella dalam produk Kinder yang beredar di Inggris.

Sebelumnya, produsen Coklat asal Italia, Ferrero, telah menarik produk Kinder dari pasar Inggris. selain itu, BPOM akan melakukan pengujian acak atau random sampling terhadap produk Kinder yang terdaftar di seluruh wilayah Indonesia.

Penghentian sementara produk Kinder Joy dilakukan, hingga diperoleh kepastian produk Kinder yang beredar di Indonesia terbebas dari dugaan pencemaran bakteri Salmonella.

Kinder yang terdaftar di Badan POM berasal dari India dengan nama varian seperti Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls. Produk-produk yang beredar di Indonesia, sama seperti beberapa produk cokelat Kinder yang di tarik di Inggris yakni diproduksi Ferrero.

Tetapi, produk Kinder yang dijual di Indonesia diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD. BPOM juga menegaskan bahwa beberapa produk merek Kinder Surprise yang telah ditarik lebih dahulu dari peredarannya di sejumlah negara tidak ada di Indonesia.

Dalam rilis resminya, BPOM menyebut produk Kinder yang terkontaminasi Salmonella memicu sederet dampak seperti diare, demam, hingga kram perut.

“Pada 2 April 2022, FSA Inggris menerbitkan peringatan publik terkait penarikan secara sukarela produk cokelat merek Kinder Surprise,” tutur BPOM dalam keterangan, Senin (11/04/2022).

Kinder, diduga terkontaminasi bakteri Salmonella (non-thypoid) dengan gejala ringan yang ditimbulkan adalah diare, demam, dan kram perut. Korban yang terdampak sebanyak 63 orang anak-anak, namun tidak sampai menyebabkan kematian.

Bahaya Salmonella

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan, kebanyakan orang yang terinfeksi Salmonella mengalami diare, demam, dan kram perut. Gejala ini, biasanya berlangsung 6 jam sampai 6 hari setelah infeksi, dan berlangsung selama 4-7 hari.

Orang yang terinfeksi Salmonella, pada beberapa kasus tidak mengalami gejala selama beberapa minggu, namun ada juga yang mengalami gejala hingga beberapa minggu.

Baca Juga :   Kronologi BPOM Tarik Es Krim Haagen-Dazs di Pasaran

Beberapa kasus lainnya, infeksi Salmonella memicu infeksi pada urin, darah, tulang, sendi, atau sistem saraf, serta dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Kebanyakan orang dengan diare akibat Salmonella sembuh total, meskipun kebiasaan buang air besar pada beberapa orang (frekuensi dan konsistensi buang air besar) mungkin tidak kembali normal selama beberapa bulan.

Baca Juga :   Legislator Berharap Hepatitis Akut Tidak Jadi Pandemi

Beberapa orang dengan infeksi Salmonella, juga bakal mengalami nyeri pada persendian mereka, yang disebut artritis reaktif, setelah infeksi berakhir.

Artritis reaktif dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan sulit diobati. Beberapa orang dengan arthritis reaktif mengalami iritasi mata dan nyeri saat buang air kecil. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
IONATION 2025 Hadirkan Maia Estianty, Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
Hari Anak Nasional 2025: TNP Group, MUGU, dan Sahabat Anak Hadirkan Ruang Bermain Bermakna di Cijantung
Poli deCent, Langkah Strategis RS MMC Hadapi Gangguan Mental di Era Modern

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB